DPR RI libatkan Diskominfo Makassar rumuskan RUU Perlindungan Data Pribadi

20
Bagikan via

Makassar, Timurindonesia.com — Badan Keahlian DPR RI saat ini tengah menggodok Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi yang tahun ini masuk prioritas program legislasi nasional untuk disahkan sebagai undang-undang.

Olehnya, pihak Badan Keahlian DPR RI melibatkan berbagai stekholder untuk perumusan tersebut, termasuk Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Makassar.

Sepeti yang terlihat di War Room, gedung Balaikota Makassar, Rabu (10/4/2019) saat tim Badan Keahlian DPR RI bertandang ke Makassar.

Anggota Badan Keahlian DPR RI, Dr. Lidya Suryani Widayati meminta masukan terkait masalah perlindungan data pribadi yang kerap muncul di tengah masyarakat, termasuk sejumlah usulan yang dianggap penting diakomodir dalam menjawab persoalan perlindungan data pribadi pada era digital saat ini.

“RUU ini sangat penting untuk menjawab keresahan publik terkait penyalahgunaan data pribadi di era internet saat ini. Makanya kami mendatangi berbagai stakholder seperti Dinas Kominfo Makassar untuk mendengar langsung masukan dan pendapat terhadap rancangan ini,” ujar

Menurut Lidya, banyak draft yang saat ini masih menjadi perdebatan, termasuk definisi dan batasan tentang data pribadi itu sendiri.

Pada kesempatan itu, Kepala Bidang Aplikasi Informatika Dinas Kominfo Makassar, Denny Hidayat mengusulkan agar RUU yang dimaksud bisa mengakomodir hadirnya cyber security strategy yang menjadi rujukan bersama di Indonesia.

“Ini semacam proteksi perlindungan dunia maya dari sumber-sumber yang dianggap berbahaya, apalagi scope nya sudah lintas negara. Kebocoran data pribadi bisa menjadi sangat sensitif dan memiliki implikasi domestik dan internasional jika tidak dibuatkan regulasi yang memadai,” ujar Denny Hidayat.

Menurut Denny, setiap detik, jutaan data pribadi diupload oleh masyarakat ke berbagai penyedia layanan digital. Namun sejauh ini belum ada regulasi yang menjamin data-data pribadi tidak mengalami kebocoran atau penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Contoh sederhana saja, hampir setiap hari kita di hubungi oleh pihak-pihak tertentu yang menawarkan layanan asuransi dan sejenisnya. Pertanyaannya, dari mana mereka mendapatkan nomor telepon kita. Bisa saja data kita sudah diperjual belikan di luar sana,” lanjutnya.

Leave a Reply