Sandiaga Ceritakan Kisah Mudanya Motivasi Ribuan Milenial Makassar

14
Bagikan via
Calon Wakil Presiden pasangan Prabowo Subianto, Sandiaga Salahuddin Uno saat memberikan motivasi entreprenour kepada kaum milenials yang padati CCC Makassar Sulsel, Senin (1/04/2019). Foto; Dok Timurindonesia.com

MAKASSAR — Calon Wakil Presiden (Wapres) pasangan Prabowo Subianto, Sandiaga Salahuddin Uno berbagi kisah masa muda kepada 7000 kaum milenial yang memadati Celebes Convention Center (CCC) Sulawesi Selatan pada Makassar Young Entrepreneur Summit (YES) 2019.

Di hadapan ribuan pasang mata peserta yang didominasi mahasiswa ini, Sandi menceritakan perjalanannya meniti pendidikan yang ditempa berbagai kendala dan tantangan, Senin.

Sandi berkisah, dirinya sempat bermimpi melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia, namun ayahnya memberi satu tiket sekolah di Negeri Paman Syam, Amerika Serikat. “Saya hanya diberi satu tiket pergi dan tidak ada tiket pulang. Jadi saya mesti berusaha sendiri untuk bisa kembali ke tanah air,” paparnya.

Tantangan Sandi ini tidak malah menyurutkan semangatnya, Sandi muda sempat terfikir menjadi jasa pencuci piring untuk mendapatkan pundi-pundi kala itu. Namun sebuah kesyukuran, mahasiswa George Washington University ini mendapat peluang sebagai assisten lab dengan upah $3 per jam.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Sandi mendapat tawaran untuk bergabung ke Bank Summa, namun tidak berlangsung lama, karena keadaan perusahaan yang pailit. Kemudian kembali meniti karir pada perusahaan migas di Kanada dan sempat bekerja di perusahaan investasi Singapura.

Namun lagi-lagi Sandi ditempa ujian, perusahaan itu pun tutup dan membuatnya harus kembali ke Indonesia, memulai segalanya dari nol.

“Saya kembali ke tanah air, jabatan terakhir manager investasi dan sempat sukses di usia muda. Kemudian saya ditebas badai, investasi ku habis,” katanya.

Sandiaga menyampaikan, tidak ada jalan sukses yang mudah, namun harus ditempa dengan tantangan. Semakin besar kesuksesan, semakin besar pula tantangannya. Sebab yang instan tidak akan bertahan lama, selalu ada kemudharatan di baliknya.

Sandiaga berpesan kepada milenial agar tidak pernah terjebak pada zona nyaman, meminta untuk menciptakan tantangan baru.

“Teman-teman harus menantang diri agar lebih banyak orang sukses. Semakin banyak anak muda sukses semakin banyak generasi emas Indonesia,” pesannya.

Waktu terus bergerak, anak muda harus jadi pemain dan ambil kesempatan dan berjalan menentukan masa depan. Bangsa memerlukan tangan terampil meningkatkan daya beli masyarakat agar tidak ada lagi kesulitan karena harga pokok yang tinggi.

“Sikap hidup kita, jangan pernah berbelas kasihan pada diri, karena kalau terlalu lembut pada dunia, maka dunia yang akan kejam sama diri kita. Jangan banyak salahkan orang lain, karena jika selalu merasa benar maka kita tidak bisa memperbaiki diri,” paparnya.

Leave a Reply