250 Santri Binaan Ngaji Rong Makassar Wisuda

24
Bagikan via

MAKASSAR — Sebanyak 250 santri dari Taman Pendidikan Al-Quran TPQ-TPA telah wisuda bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj 1441 hijriah. TPA ini merupakan binaan Ngaji Rong Pemkot Makassar bersama Qiro’ah Centre dan lembaga pendidikan Al-Qur’an Harapan Ummat Makassar .

Wakil Wali Kota Makassar, Moh Syamsu Rizal MI menyampaikan, membangun pendidikan anak tidak hanya dilakukan melalui jalur formal, tapi harus diimbangi dengan pendidikan keagamaan sejak usia dini seperti TPA/TPQ.

“Untuk yang diwisuda hari ini, saya ucapkan selamat dan sukses,” kata Deng Ical, sapaan Waawali Makassar.

Wisuda Santri TPA/TPQ ini menurut Deng Ical, merupakan langkah strategis agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia, cerdas, kreatif, mandiri dan memiliki kepedulian sosial tinggi.

“Peran aktif dari keluarga dan lingkungan harus terus ditingkatkan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu pula, Deng Ical memberikan penekanan pada pentingnya pemahaman Islami bermasyarakat. Hal ini berdasarkan hasil penelitian Maarif Institute 2016 lalu, menempatkan Makassar di urutan pertama paling bawah, dari 29 kota yang diteliti sebagai kota Islami.

Kondisi ini menurut Deng Ical sangat memprihatinkan bagi Makassar yang dikenal sebagi kita dunia.

“Saya sempat protes dengan hasil penelitian yang dikeluarkan waktu itu, mellihat TPA kita yang luar biasa, ulama di Makassar hebat-hebat, jumlah masjid yang banyak, namun kota kita ditempatkan di urutan paling bawah,” ujarnya, Rabu.

Ternyata, hal ini dikarenakan indikator penilaian bukanlah dari berbagai hal sebelumnya, tetapi bagaimana pemahaman dan penerapan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

“Hal ini menjadi tugas kita bersama, untuk meningkatkan hablum minannasnya kitaM,” katanya.

“Mari apresiasi anak-anak kita, saat membantu orang tua dan saudaranya, menyisihkan uang jajan untuk berinfak, artinya kita mengajarkan sejak dini tentang hablum minannas,” lanjutnya.

Deng Ichal berharap seluruh santri yang wisuda menjadi generasi emas untuk kemajuan masa depan Indonesia lebih sejahtera dibalut nuansa Islami.

Leave a Reply