Sekolah Sulsel Minta Mendikbud bantu Komputer saat Pantau UNBK

31
Bagikan via
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi saat memantau UNBK melalui telekonferensi bersama beberapa sekolah di Sulawesi Selatan. Pemantauan ini dilakukan di control room Dinas Pendidikan Sulsel, Senin (1/04/2019). Foto: Dok.Timurindonesia.com

MAKASSAR — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendi telah melakukan pemantauan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Kompetensi (UNBK) SMA di Makassar, Sulawesi Selatan.

Selain menyambangi beberapa sekolah di Makassar, rombongan Kemendikbud juga melakukan telekonferensi bersama sekitar 10 sekolah dari kabupaten se Sulawesi Selatan, Senin (1/04/2019).

Pada telekonferensi tersebut, pihak sekolah melaporkan proses berlangsungnya UNBK yang didominasi terkendala pada infrastruktur yakni pemenuhan komputer.

Seperti Kepala SMA 3 Bulukumba, Anirwati saat tersambung melalui telekonferensi menyampaikan, ada 248 siswa yang sedang mengikuti ujian terdiri dari 114 jurusan IPS dan 134 jurusan IPA. Pihak sekolah menggunakan masing-masing tiga server dan ruangan.

Dilaporkan, SMA 3 Bulukumba harus melakukan ujian dengan tiga sesi karena komputer yang tersedia masih minim. Pihak sekolah memiliki 27 unit komputer dan beberapa diperoleh dari pinjaman siswa dan guru. Sehingga total komputer dan laptop yang digunakan setiap ruangan sebanyak 35 unit.

“Kami harapkan bantuannya untuk komputer pak, karena saat ini kami masih meminjam dari guru dan siswa,” pinta Anirwati kepada rombongan Kemendikbud.

Senada, juga disampaikan Kepala SMAN 1 Bone, Muh Idris. Dilaporkan, pihak sekolah harus meminjam sekitar 23 komputer maupun laptop dari siswa dan sekolah lain untuk pelaksanaan UNBK. Lantaran pihak sekolah hanya memiliki 60 unit komputer.

Tercatat, ada 248 siswa yang mengikuti ujian dari tiga jurusan yakni IPA, IPS dan Bahasa. Mereka dibagi dalam tiga sesi. “Kami mohon bantuannya pak agar tidak lagi meminjam,” tandasnya.

Selain kedua sekolah tersebut, telekonferensi juga dilakukan dengan beberapa sekolah lainnya, yakni SMA Negeri 6 Selayar, SMA Negeri 1 Barru, SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 3 Wajo, SMA Negeri 4 Bantaeng, SMA Negeri 1 Tanah Toraja, SMA Negeri 9 Takalar, SMA Negeri 1 Bulukumba, dan SMA Negeri 1 Parepare.

Menanggapi hal ini, Muhadjir menyatakan, semua permintaan tersebut akan terlebih dahulu ditampung (dicatat) oleh Kemendikbud. Apalagi pada pemantauan pertama ini, Mendikbud didampingi Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad; Direktur Pembinaan SMA, Purwadi Sutanto; Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik), Mochammad Abduh, dan; Staf Khusus Mendikbud Bidang Komunikasi Publik, Soeparto.

“Pengadaan komputer harus ada sharing pemerintah dan kementrian. Kita akan rembuk bersama Dinas Pendidikan terkait, mana yang nanti akan dibantu pemerintah pusat dan mana yang dibantu dari pemerintah provinsi,” paparnya.

Kendati demikian, Muhadjir mengaku senang karena UNBK menghadirkan semangat gotong royong dengan berkolaborasi antara siswa dan guru dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur.

“Komitmen yang kuat sebagai prasarana, yaitu komputer memang mutlak harus segera didukung,” katanya.

Selaku penanggungjawab pendistribusian prasarana pendidikan, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Hamid Muhammad angkat bicara.

Kata dia, hampir setiap tahun pihaknya melakukan pengadaan komputer. Seperti tahun 2018 lalu, Kemendikbud menggelontorkan Rp1 triliun untuk pengadaan komputer untuk semua jenjang pendidikan, SD, SMP dan SMA.

Karena itu, tahun ini dana yang akan dikucurkan untuk bantuan komputer di SMA akan lebih sedikit dibanding tahun lalu.

“Justru SMA khusus tahun ini memang menurun, karena kemarin sudah dikirim melalui DAK untuk provinsi. Kita akan petakan, mana yang akan ditangani oleh DAK, mana bantuan dr APBN,” jelasnya.

Leave a Reply