Kenakan Pakaian Adat, Petugas Kesehatan Sebut Ini Atasi Kejenuhan

31
Bagikan via
Foto bersama petugas kesehatan Puskesma Kassi-kassi Makassar dengan mengenakan pakaian adat sebagai kebijakan Wali Kota Makassar yang menetapkan 1 April sebagai hari kebudayaan. Foto. dok.Humas

MAKASSAR — Petugas Kesehatan Kota Makassar yang tersebar di 47 puskesmas menyambut hangat imbauan Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto terkait pemakaian baju adat Senin ini (1/04/2019).

Hal ini menyusul ditetapkannya 1 April sebagai Hari Budaya di Kota Makassar. Sehingga kebijakan penggunaan pakaian adat diimbau Danny kepada seluruh sekolah dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), termasuk petugas kesehatan di puskesmas bersama seluruh staff Pemkot Makassar.

Selama memberikan pelayanan, tidak sedikit pasien yang heran dan kaget karena penampilan petugas kesehatan secara menyeluruh tampak berbeda dari hari biasanya. Beragam warna dan jenis pakaian adat dikenakan, bukan hanya kaum Hawa tetapi juga kaum Adam.

Kepala Puskesmas Kassi-kassi, Dr Mariaty saat melakukan pemeriksaan terhadap pasien dengan mengenakan baju adat. Foto: Dok.Pribadi

Kepala Puskesmas Kassi-kassi, dr Mariaty mengatakan, kebijakan wali kota dianggap sudah sangat tepat karena bisa melebur kejenuhan dalam aktivitas kerja dengan pakaian berbeda dari hari biasanya.

“Sudah tepat, hari-hari kita juga pakai baju keki, baju batik dan putih, kan jenuh dan bosan,” tandas dr Mariaty.

Bahkan beberapa petugas kesehatan menyarankan pemakaian baju adat bisa lagi digunakan di momen-momen spesial, seperti Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar dan Provinsi Sulsel.

Pemeriksaan kesehatan pasien oleh petugas kesehatan Puskesmas Kassi-kassi. Foto: Dok.Pribadi

Tidak sampai di situ, dr Mariaty juga mengungkapkan pakaian adat ini sama sekali tidak mengurangi efektivitas kerja. Tidak mempengaruhi kinerja berbagai petugas kesehatan.

“Ih sama sekali tidak ada kendala, tidak ada perbedaan penggunaan pakai baju adat atau tidak. Justru malah pegawai senang, mereka banyak bilang seandainya sekali sebulan kita begini,” paparnya.

Selain pada petugas kesehatan, staf Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD), dan murid SD dan SMP, pakaian adat juga terlihat dikenakan para kader posyandu pada pertemuan Revitalisasi Posyandu.

Bukan hanya pakaian adat Makassar, beberapa dari mereka mengenakan pakaian adat seperti dari Sumatera, Tanah Toraja, hingga Jawa.

Leave a Reply