Berhaji Saat Muda, Ini Kiatnya!

55
Bagikan via

Oleh: Indrawati

Bangunan persegi empat yang dikelilingi oleh kain berwarna hitam dengan ukiran berwarna emas, menjadikan setiap ummat Muslim rindu untuk segera berkunjung ke tempat tersebut. Tempat istimewa yang sering disebut Kabah, yang berada di Makkah Al Mukarramah.

Haji bukan sekadar panggilan terhormat, melainkan panggilan dari yang Maha Terhormat, Allah Ta’ala. Panggilannya pun mulia, bukan seperti memenuhi panggilan untuk memberikan laporan kepada atasan.

Setiap Muslim selalu merindukan tempat mulia ini untuk melaksanakan ibadah umrah maupun haji. Untuk menunaikan ibadah haji atau umrah terkadang dibutuhkan kesabaran dalam hal waktu dan sistem keuangan.

Melaksanakan rukun Islam yang kelima diwajibkan bagi yang mampu, namun bukan berarti yang tidak mampu tidak memiliki kesempatan untuk mengunjungi Baitullah. “Tidaklah orang yang berhaji itu akan miskin” (HR ath-Thabrani dan al-Bazzar dari Jabir bin Abdullah).

Jika dilihat dari sisi ekonomi, sebagian masyarakat Indonesia terutama dari kalangan menengah bawah merasa putus asa untuk menjalankan ibadah ke Tanah Suci akibat faktor biaya. Mirisnya lagi, untuk kalangan menengah keatas cenderung menyepelekan dengan tidak menyisihkan dana sejak dini, akibatnya melaksanakan haji sulit terlaksana.

Tips Persiapan Dana Sejak Dini

1. Sebelum ke tanah suci lakukan perencanaan terhadap keuangan dengan baik.

2. Pilihlah jenis keberangkatan yang diinginkan, misalnya ONH (Ongkos Naik Haji) reguler atau ONH Plus.

3. Pilih produk keuangan untuk investasi haji, apakah tabungan haji, deposito, atau emas. Saran terbaik adalah tabungan haji, mengingat sifat dari produk ini tidak menyediakan fasilitas ATM, tidak dapat diambil sewaktu-waktu, terdapat bunga tabungan, dan tidak dipotong biaya administrasi.

Kiat ke Tanah Suci

1. Berdoa atau meminta suatu yang bersifat baik kepada Allah Ta’ala

Seperti kita ketahui, manusia memiliki keterbatasan. Ketika kita memiliki kebutuhan yang tidak sanggup diselesaikan maka kepada siapa lagi kita meminta bantuan selain kepada Allah yang Maha Kuasa. Oleh sebab itu, berdoalah kepada Allah Ta’ala agar diberikan rezeki, kesehatan, dan kemampuan fisik agar bisa melaksanakan haji dengan baik, dan diberikan kemudahan serta kelancaran selama berhaji.

2. Perbanyak sedekah

Tidak ada orang yang menjadi miskin karena bersedekah. Agar lebih efektif, hendaknya sedekah dilakukan diiringi dengan doa yang diinginkan. Yakinlah, Allah Maha Kaya. Allah pun telah berjanji memberikan pembayaran yang berlipat ganda, termasuk hajat kita untuk naik haji.

3.Giat mengikuti Walimatus Safar

Pada dasarnya, walimatus safar adalah jamuan yang dilakukan sebelum bepergian jauh, seperti Makkah dan Madinah. Sangat baik jika kita bertemu dengan jamaah calon haji dan meminta mereka untuk mendoakan kita agar bisa memenuhi panggilan berhaji.

4. Banyak mendengar pengalaman berhaji

Banyak-banyaklah mendengar tentang cara mengurus surat-surat di tanah air, saat keberangkatan di embarkasi, apa yang harus dilakukan saat telah tiba di tanah suci, dan sebagainya.

5. Menguasai manasik haji

Manasik haji adalah tata cara menjalankan ibadah haji dan umrah. Sebagaimana ibadah lainnya, syarat diterimanya amal ibadah yaitu benar secara niat dan benar pula tata caranya. Dengan menguasai manasik haji, niat kita akan menjadi lebih kuat.

6. Tanamkan affirmasi

Afirmasi merupakan upaya untuk membangkitkan sugesti pribadi yang akan mempengaruhi tingkat keyakinan. Semakin yakin sesuatu akan terwujud maka semakin dekat pula impian menjadi kenyataan. Affirmasi ini juga bisa kita katakan sebagai usaha menanamkan prasangka baik dalam diri kita.

*Berbagai Sumber

Leave a Reply