Wajib Vaksin Meningitis Sebelum Umrah atau Haji

68
Bagikan via

Oleh: Indrawati

Kesiapan fisik, mental, dan finansial memang dituntut saat menunaikan ibadah haji atau umrah. Salah satu kesiapan fisik bagi setiap calon jamaah haji dalam menghadapi cuaca ekstrim dan terhindar dari penularan penyakit adalah melakukan vaksinasi.Vaksin meningitis adalah vaksin yang wajib dilakukan para calon jamaah haji untuk melindungi risiko tertular meningitis meningokokus, yakni infeksi yang terjadi pada selaput otak, sumsum tulang belakang, dan keracunan darah.

Rawannya penyebaran infeksi meningitis meningokokus, bahkan diantisipasi masyarakat dunia Internasional dengan memberi ketentuan bila pelaku perjalanan memasuki dan keluar dari negara terjangkit wajib melakukan vaksinasi.

Bagi pemerintah Indonesia, dengan meningkatnya jumlah haji dan umrah setiap tahunnya, kebijakan pemberian vaksinasi bagi jamaah haji dan umrah pun sudah dilakukan dengan mewajibkan setiap warga negara Indonesia yang melakukan perjalanan ke negara terjangkit wajib dilakukan vaksinasi sesuai dengan persyaratan.

Pemerintah melakukan perluasan pelayanan vaksin meningitis meningokokal, melalui perizinan yang diberikan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan bersertifikasi halal dari MUI, dalam memberi layanan vaksinasi bagi jamaah haji dan umrah yang dapat akses di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam meningkatkan akses pelayanan vaksin meningitis, pemerintah juga memberlakukan dokumen ICV (International Certificate of Vaccination) dan security printing, mengetatkan pengawasan peredaran dokumen ICV, menunjuk beberapa rumah sakit vertikal, dan RSUD tertentu sebagai tempat pelaksanaan pemberian vaksinasi meningitis bagi jamaah haji dan umrah yang berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Untuk menjamin kesiapan vaksin meningitis, PT Novartis Vaccines, salah satu perusahaan pembuat vaksin terbesar di dunia pun berkomitmen untuk menyediakan vaksin meningitis meningokokal konjugat kuadrivalen A,C,Y,W135 dalam memberikan perlindungan terhadap penyakit meningokokus bagi jamaah haji dan umrah Indonesia.

Keunggulan vaksin produksi Novartis Vaccines bahkan diakui Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional, Dr dr Julitasari Sundoro. Ia tegas mengatakan bahwa vaksin meningitis meningokokal konjugat kuadrivalen A,C,Y,W135 merupakan inovasi terdepan yang dapat memberikan perlindungan yang lebih kuat dengan respon imun yang lebih baik. Bahkan pemerintah Arab Saudi mewajibkan seluruh wisatawan yang mengunjungi wilayah Arab Saudi untuk mendapatkan vaksinasi meningitis meningokokal konjugat ACYW135 sebelum pengajuan pembuatan VISA.

Novartis menjamin ketersediaan vaksinasi meningitis meningokokal konjugat ACYW135 guna memberikan perlindungan yang lebih baik bagi seluruh jamaah haji dan umrah, karena vaksin meningitis meningokokal konjugat kuadrivalen A, C, Y, W135 merupakan inovasi terdepan yang dapat memberikan perlindungan yang lebih kuat dengan respon imun yang lebih baik.

Fakta Tentang Vaksin

1. Melindungi Banyak Orang

Yang perlu digarisbawahi, jamaah bisa saja terlihat sehat dan baik-baik saja setelah pulang menunaikan ibadah haji atau umrah. Akan tetapi, tanpa disadari mungkin saja ia telah menjadi carrier bakteri penyebab infeksi dari selaput sekeliling otak dan sumsum tulang belakang ini. Di sinilah pentingnya pemberian vaksinasi meningitis.

Vaksinasi tidak hanya melindungi jamaah haji tetapi juga melindungi orang-orang di sekelilingnya saat jamaah haji tersebut kembali ke daerah asalnya.

2. Sertifikasi Halal Vaksin Meningitis

Kabar gembira bagi calon jamaah haji atau umrah. Vaksin meningitis terbaru sudah mendapatkan sertifikat halal dari MUI dan akses mendapatkannya pun diperbanyak oleh pemerintah. Dikutip dari situs resmi MUI, hanya ada dua Vaksin Meningitis yang telah mendapat sertifikat halal. Yakni Menvac yang dihasilkan Produsen PT Jaswa Internasional dan Menveo.

3. Diwajibkan Arab Saudi

Tingginya risiko dan akibat fatal dari penyakit ini tak pelak membuat pemerintah Arab Saudi mewajibkan siapa pun yang datang ke wilayah Arab untuk mendapatkan vaksin meningitis meningokokal konjugat ACYW135 sebelum mengajukan pembuatan visa. Selain jamaah haji atau umrah, para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan wisatawan biasa pun harus mendapatkan vaksin ini.

Sayangnya jamaah haji atau umrah acapkali menekankan surat keterangan tersebut sebagai syarat untuk mandapatkan visa. Tak sedikit pula yang mengambil jalan pintas untuk mendapatkan dokumen ICV (International Certificate Vaccination).

4. Lebih Mudah Didapat

Segala daya upaya sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah supaya risiko jamaah haji atau umrah menjadi carrier bisa diperkecil. Perwakilan dari Kementerian Kesehatan, dr. H. Andi Muhadir, MPH., menyatakan, “Di antaranya, memperketat pengawasan peredaran dokumen ICV dengan menggunakan security printing dan sistem barcode.”

Bahkan sejak 2012, pemerintah getol melakukan perluasan pelayanan vaksin meningitis meningokokal konjugat ACYW135. Vaksin yang harus diberikan minimal dua minggu sebelum berangkat haji atau umrah ini tadinya hanya bisa didapatkan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Tapi, saat ini calon jamaah haji atau umrah bisa mendatangi rumah sakit umum daerah (RSUD) dan rumah sakit umum persahabatan (RSUP) yang sudah ditunjuk langsung oleh pemerintah.

5. Bisa Dipakai Anak

Kelebihan lain vaksin meningitis meningokokal konjugat ACYW135 ini adalah dapat dipakai oleh mereka yang berusia 11 tahun ke atas. Hal ini tentu merupakan kabar baik bagi orangtua yang mengajak anaknya dalam perjalanan haji atau umrah. Untuk indikasi 2 – 10 tahun sedang dalam proses registrasi BPOM tapi sudah disetujui FDA (Food and Drug Administration).

6. Influenza dan Pneumokok

Dua jenis vaksin lain untuk jamaah haji atau umrah yaitu vaksin influenza dan vaksin pneumokok, sementara vaksin pneumokok saat ini dianjurkan bagi jamaah haji atau umrah. Pemakaian vaksin influenza tak berarti tidak akan terkena influenza. Perlu diketahui bahwa orang yang berusia lebih dari 60 tahun beresiko mengalami komplikasi dan kematian yang berkaitan dengan influenza. Lingkungan yang berdesak-desakan dalam perjalanan haji atau umrah yang melelahkan bisa mengakibatkan kematian karena influenza di usia 60 tahun ke atas.

Manfaat Vaksin Meningitis

Untuk mencegah terjadinya penyakit radang selaput otak, maka diperlukan pemberian vaksin meningitis bagi setiap orang yang akan berpergian ke suatu tempat yang terdapat banyak orang, seperti saat menjalankan ibadah haji atau umrah. Hal tersebut sudah menjadi peraturan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Seseorang yang tidak memiliki bukti sudah pernah menerima vaksin meningitis maka, tidak mendapatkan VISA haji. Berikut manfaat vaksin meningitis :

1. Untuk mencegah terjadinya meningitis terutama yang disebabkan oleh bakteri. Karena cara penularannya sangat mudah yakni melalui kontak langsung dengan penderita, untuk itu dengan menerima vaksin dapat terhindar dari resiko tertularnya meningitis.

2. Pemberian vaksin meningitis dapat menekan jumlah korban jiwa akibat keganasan penyakit infeksi selaput otak. Sudah banyak orang yang meninggal disebabkan oleh meningitis, terlebih saat dimana vaksin belum ditemukan. Dengan adanya vaksin setidaknya angka kematian dapat ditekan serendah mungkin sehingga penyebarannya dapat dibatasi.

3. Sangat diperlukan ketika hendak melakukan ibadah umrh dan haji. Vaksin meningitis juga sangat berguna saat seseorang hendak pergi menunaikan ibadah ke Makkah. Pemberian vaksin meningitis menjadi salah satu syarat utama untuk mendapatkan VISA haji.

Reaksi Pasca Vaksin

1. Rasa nyeri pada tempat suntikan disertai kemerahan dan pembengkakan.

2. Sakit kepala, pening, mual, demam, dan menggigil. Namun efek samping ini umumnya tidak berat dan berlangsung tidak lebih dari dua hari.

Kategori Tak Boleh dapat Vaksin

1. Orang yang hipersensitif terhadap komponen dalam vaksin karena akan memunculkan resiko hematoma.

2. Jangan berikan pada penderita gangguan pendarahan.

3. Orang dalam kondisi panas tinggi, akut, dan ibu hamil.

*Berbagai Sumber

Leave a Reply