Gubernur Akan Kembalikan Kejayaan Udang Windu 

42
Bagikan via

 

Oleh: Andi Amriani

Udang windu Sulsel dulunya komoditi ekspor terbesar, namun belakangan ini seakan mati suri

Makassar— Udang windu sempat merajai dunia ekspor di Sulsel. Salah satu kabupaten yang menjadi pemasok udang terbesar yakni Kabupaten Pinrang.

Beberapa tahun terakhir ini, tidak kedengaran lagi Sulsel ekspor udang windu. Bahkan dikabarkan puluhan hektare lahan yang dulunya menghasilkan, kini tidak produksi lagi.

Nah, di Jepang Gubernur Sulsel bersama Presiden Sumitomo Akira Nozaki, dia memaparkan ingin mengembalikan kejayaan ekspor udang windu. Namun, katanya untuk mengembalikannya membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) dari Sumitomo.

Dalam rangka investasi di Sulsel, Nurdin Abdullah menjamin ketersediaan listrik yang saat ini kondisinya surplus.

Dia juga memperkenalkan bahwa di Sulsel telah memanfaatkan energi ramah lingkungan. Seperti air di Larona Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, angin di Sidrap dan Jeneponto, serta energi gas di Sengkang.

Diketahui, Sumitomo juga telah berpengalaman dalam mendukung teknologi pertambangan PT Vale dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk.

Pembicaraan lain menyangkut Airport Sorowako yang akan dikembangkan secara komersil. Mengingat, kebutuhan Sumitomo harus mencarter pesawat jika akan ke Sorowako.

Dari data yang dihimpun, produksi udang windu di Sulsel tahun 2012 sebanyak 2.931 ton. Tahun 2013 mencapai 2.973,2 ton, memgalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Memasuki tahun 2014 produksinya naik menjadi 3.125,3 ton atau meningkat 100,82 persen dari target sebesar 3.100 ton dari tahun sebelumnya dan pada tahun 2015 peningkatan produksi lebih dari 100 persen. (ani)

Leave a Reply