Sunnah Mencium Hajar Aswad

70
Bagikan via

Oleh: Indrawati

Hukum mencium bebatuan Surga bernama Hajar Aswad dapat sunnah, mubah, atau haram. Sunnah jika dilakukan ketika tiba di sudut Hajar Aswad pada saat pelaksanaan tawaf, mubah jika berkeinginan mencium Hajar Aswad di luar waktu tawaf, dan haram jika harus menganiaya orang lain dengan saling berdesakan atau sikut sana sikut sini.

Sebenarnya, hukum mencium Hajar Aswad hanyalah sebatas sunnah. Namun, obsesi dari jamaah haji dalam menjalankan sunnah ini begitu menggebu-gebu, sehingga sebagian jamaah rela berdesak-desakan demi melaksanakan sunnah tersebut. Namun, bagaimanakah tata cara mencium Hajar Aswad yang disunnahkan Rasul?.

Sebagai seorang hamba, hal yang harus diketahui ialah ketika Allah Ta’ala memerintahkan sesuatu, maka hendaknya sang hamba menaatinya. Misalnya menyentuh Hajar Aswad dan Rukun Yamani. Allah telah menetapkan kepada hamba-Nya sebagai cobaan dan ujian, apakah sang hamba akan taat atau tidak dengan syariat yang Allah tetapkan?.

Dari Abis bin Robi’ah, ia berkata, “Aku pernah melihat Umar bin Khattab mencium Hajar Aswad. Lantas Umar berkata, “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Sunnah Istilam

Dalam fiqh, mencium Hajar Aswad disebut dengan istilam. Secara terminologi, istilam diartikan sebagai salah satu bentuk ibadah yang diajarkan ketika melakukan ibadah haji yang dilaksanakan dengan cara mencium atau mengusap Hajar Aswad, yang terdapat di sisi Ka’bah, ketika melakukan tawaf.

Dari beberapa hadis Nabi yang berkaitan dengan istilam, diketahui bahwa istilam disunnahkan dengan beberapa cara sesuai dengan kondisi jamaah haji yang melakukannya, yaitu:

a. Bagi jamaah haji yang memperoleh kesempatan untuk mendekati Hajar Aswad dapat melakukannya dengan cara mencium dan meletakkan kedua pipi di atasnya. Hal ini diterangkan dalam satu riwayat yang diterima dari Ibnu Umar, “Rasulullah mendatangi Hajar Aswad dan menciumnya, kemudian ia meletakkan kedua pipinya (di atas batu) sambil menangis. Kemudian beliau berkata, “Di sinilah ditumpahkan banyak air mata.” (HR Al Hakim).

b. Bagi jamaah haji yang tidak bisa meletakkan kedua pipinya di atas Hajar Aswad, cukup dengan mencium saja dan menundukkan kepala kepadanya sebagaimana isyarat penghormatan. Hal ini dipahami dari riwayat yang diterima dari Ibnu Abbas, “Ibnu Abbas mencium Hajar Aswad dan menundukkan kepala kepadanya.” (HR Al Hakim dan Muslim).

c. Bagi jamaah haji yang tidak memperoleh kesempatan dapat mengusap dengan tangan, kemudian mencium tangan tersebut sebagaimana ini dipahami dari riwayat yang diterima dari Nafi’, “Aku melihat Umar Ibn al-Khatab mengusap Hajar Aswad dengan tangannya kemudian ia mencium tangannya dan berkata, “Aku tidak pernah meninggalkannya sejak aku melihat Rasulullah melakukannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

d. Bagi jamaah haji yang tidak sempat menciumnya, cukup dengan cara mengusapkan tongkat kemudian mencium tongkatnya. Seperti diterangkan dalam riwayat dari Abi Thufail yang berkata, “Aku melihat Rasulullah tawaf di Baitullah dan mengusap Hajar Aswad dengan tongkatnya kemudian mencium tongkatnya.” (HR Muslim).

e. Bagi jamaah haji yang tidak sanggup melaksanakan dengan cara yang disebut di atas, cukup dengan melambaikan tangan ke arahnya lalu mengecup tangan sambil terus berjalan dan membaca takbir. Sesungguhnya Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam berkata kepada Umar, “Hai Umar engkau adalah seorang yang kuat, jangan berdesak-desakan untuk mendekati Hajar Aswad lalu kamu menyakiti yang lemah. Jika engkau memperoleh kesempatan maka ciumlah Hajar Aswad itu. Jika tidak, cukup dengan takbir dan terus berjalan.” (HR Al-Syafi’i).

Adab Mencium Hajar Aswad

1. Berkeyakinan Hajar Aswad tidak bisa memberikan manfaat, mudharat, serta tidak memiliki kekuatan tertentu.

2. Tidak mendzalimi orang lain ketika mencium Hajar Aswad.

3. Janganlah sekali-kali menyewa orang (bodyguard) untuk melindungi Anda agar bisa mencium Hajar Aswad sebab mereka akan berperilaku kasar dan akan menyakiti orang lain di sekitar Ka’bah.

4. Jangan memotong lurus aliran tawaf, tetapi ikuti aliran tawaf perlahan-lahan mendekati Hajar Aswad.

5. Jika dapat mencium Hajar Aswad, jangan terlalu lama sebab ada banyak orang yang menanti di belakang Anda.

6. Jika sudah berhasil mencium Hajar Aswad, hendaknya jangan mengumbar dan menceritakan ke banyak orang karena ini adalah ibadah, jangan sampai kita riya’.

7. Bagi wanita lebih berhati-hati jika ingin mencium dan jika kondisinya berdesak-desakan.

*Berbagai Sumber

Leave a Reply