Perceraian, Aib kah? Ini Hikmahnya…

39
Bagikan via

Oleh: Indrawati

Rasulullah Shalalahu alahi wasallam bersabda “Sesuatu yang halal tetapi paling dibenci Allah adalah perceraian.” Ini menunjukkan di satu sisi bahwa terkadang perceraian itu tidak bisa dihindari, sehingga jika pasangan suami istri tidak ada kecocokan dan masih dipaksakan terus tentunya akan merugikan semua pihak.

Dalam hal ini perceraian dibolehkan tapi paling dibenci Allah Ta’ala. Apakah perceraian aib? Perceraian bukanlah aib, karena perceraian terkadang dapat menjadi solusi dalam permasalahan rumah tangga. Di dalam kehidupan berumah tangga, tidak ada orang yang ingin bercerai. Semua pasti mengharapkan perkawinan yang langgeng dan bahagia. Tapi, banyak perceraian yang memang tidak dapat dihindari lagi.

Anda perlu mengetahui bahwa berdasarkan penelitian Universitas London Kingsley, wanita cenderung akan lebih bahagia jika sudah melewati 5 tahun masa perceraiannya. Hal ini bukan karena mereka dapat melewati masa depresi perceraian tetapi ada rasa kepuasan ketika mampu memegang kendali penuh atas hidupnya sendiri

Berada di dalam hubungan yang tidak sehat dan sama sekali tidak harmonis juga dapat menimbulkan stres yang berkepanjangan. Stress tersebut dapat menimbulkan berbagai macam penyakit baik psikologis maupun fisik. Jika demikian, maka perceraian adalah kunci kesehatan mental dan fisik.

Bagi pasangan suami istri, keputusan bercerai pasti telah melalui pertimbangan yang amat banyak. Bagi sebagian orang, mungkin perceraian menjadi cara yang tepat walaupun mereka tidak menyukainya. Berikut beberapa alasan perceraian itu bukanlah aib :

1. Menyelamatkan seseorang dari sikap mendzalimi dari salah satu pihak (mertua, pasangan, ipar)

Terkadang perceraian merupakan solusi dari permasalahan rumit yang berlarut-larut, atau dari perbuatan KDRT, dari intervensi pihak-pihak ketiga di luar pasangan suami istri.

2. Perceraian itu halal dan diperbolehkan dalam Islam

Orang-orang yang bercerai akan dibenci Allah apabila mereka tidak berupaya terlebih dahulu untuk menghindari perceraian. Sehingga jika menggampangkan perceraian itu yang dibenci Allah Ta’ala.

“Sesungguhnya iblis singgasananya berada di atas laut. Dia mengutus para pasukannya. Setan yang paling dekat kedudukannya adalah yang paling besar godaannya. Di antara mereka ada yang melapor, ‘Saya telah melakukan godaan ini.’ Iblis berkomentar, ‘Kamu belum melakukan apa-apa.’ Datang yang lain melaporkan, ‘Saya menggoda seseorang, sehingga ketika saya meninggalkannya, dia telah bepisah (talak) dengan istrinya.’ Kemudian iblis mengajaknya untuk duduk di dekatnya dan berkata, ‘Sebaik-baik setan adalah kamu’”. (HR Muslim).

3. Terkadang perceraian membuat seseorang lebih baik dan dekat pada Allah

Jika memang kegagalan rumah tangga justru malah mendekatkan kita pada Allah, artinya hal tersebut bukanlah aib. Seringkali kita menganggap sesuatu itu buruk, padahal bagi Allah itu baik untuk kita.

*Berbagai Sumber

Leave a Reply