Salama binti Umayyah, Pendamping Setia Rasul Saat Perang

38
Bagikan via

Oleh: Indrawati

Pada hari perjanjian Hudaibiyah, Salama binti Umayyah Radiallahu Anha selalu menyertai perjalanan Rasulullah Shalallahu Alahi Wasallam saat perjalanan menuju Makkah dengan tujuan menunaikan umrah. Namun dalam perjalanan, orang musyrik mencegah mereka memasuki Makkah.

Ketika peristiwa itu terjadi, sebagian besar kaum muslimin merasa dikhianati akibat sejumlah hak kaum muslimin yang telah disia-siakan oleh orang-orang musyrik. Umar bin Khattab adalah salah satu sahabat yang menaruh dendam dengan peristiwa tersebut.

Umar berkata kepada Rasulullah, “Atas perkara apa kita serahkan nyawa di dalam agama kita?.”

Rasulullah Shalallahu Alahi Wasallam menjawab,” Saya adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Aku tidak akan menyalahi perintah-Nya, dan Allah tidak akan menyia-nyiakanku.”

Tanda-tanda bahaya kepada kaum muslimin semakin memuncak, setelah Rasulullah Shalallahu Alahi Wasallam memerintahkan kaum muslimin untuk melaksanakan penyembelihan hewan qurban dan mencukurnya. Tetapi tak seorang pun dari kaumnya yang melaksanakan perintah tersebut.

Walaupun, perintah tersebut diulang oleh Rasul sebanyak tiga kali.
Melihat hal tersebut, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam menemui istrinya, Ummu Salamah, dan menceritakan sikap kaum muslimin.

Ummu Salamah berkata, “Wahai Nabi Allah, apakah engkau menginginkan perintah Allah ini dilaksanakan oleh kaum muslimin? Keluarlah engkau, kemudian janganlah mengajak bicara sepatah kata seorang pun dari mereka, sampai engkau menyembelih qurbanmu serta memanggil tukang cukur yang mencukurmu.”

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam pun kagum atas pendapat Ummu Salamah. Rasul bangkit lalu mengerjakan sebagaimana yang diusulkan Ummu Salamah. Tatkala kaum muslimin melihat Rasulullah mengerjakan hal itu tanpa berkata kepada mereka, kaum muslimin bangkit dan menyembelih. Sebagian dari mereka mulai mencukur tanpa ada perasaan keluh kesah serta penyesalan atas tindakan Rasulullah yang mendahului mereka.

Ummu Salamah telah menyertai Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam di banyak peperangan seperti peperangan Khaibar, Pembebasan Makkah, pengepungan Tha’if, peperangan Hawazin, Tsaqif kemudian ikut bersama Nabi saat Haji Wada’.

Istri Nabi yang Terakhir Wafat

Pada tahun 59 Hijriyah, tepat diusia 84 tahun, Ummu Salamah meninggal dunia. Ia merupakan istri Nabi yang terakhir kali meninggal dunia dan diberi umur panjang untuk mengetahui pembunuhan Husain Asy Syahid, sehingga membuatnya pingsan karena sangat bersedih. Tidak lama setelah peristiwa itu, Ummu Salamah meninggal dunia.

Sebelum meninggal dunia, Ummu Salamah hidup dengan aktivitas yang dipenuhi oleh pengorbanan, jihad, dan kesabaran di jalan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Ia dishalatkan oleh Abu Hurairah Radiallahu Anhu dan dikuburkan di Al-Baqi’ di samping kuburan Ummahatul Mukminin lainnya.

Ummu Salamah adalah seorang sahabat , istri Nabi Muhammad Shalallahu Alahi Wasallam, dan sekaligus ulama perempuan ahli hadits di samping Aisyah binti Abu Bakar. Sebanyak 378 hadits Nabi berhasil diriwayatkan yang ditransminiskan pada ulama ahli hadits,baik dari kalangan sahabat atau tabi’in.

Kecerdasan Ummu Salamah

1. Wanita tempat bermusyawarah dan pemberi nasehat

Saat perjanjian Hudaibiyah, Ummu Salamah mampu memberikan nasehat yang baik serta menjadi tempat bermusyawarah oleh Rasul.

2.Wanita yang ide dan pemikirannya tidak diremehkan Rasul

Ummu Salamah adalah sosok wanita yang dikenal sebagai pribadi berinisiatif tinggi, bijaksana dalam menghadapi setiap permasalahan, dan berpikir progresif. Karena sifatnya itulah, Rasul sering meminta pertimbangan dan sarannya ketika menemui masalah dalam hidupnya.

3.Taat pada perannya membantu dakwah suami

Nabi Muhammad Shalallahu Alahi Wasallam tidak pernah menyembunyikan apapun dari para istrinya. Kegembiraan maupun kesedihannya selalu disampaikannya dengan terbuka. Termasuk saat perjanjian Hudaibiyah, disitulah keberhasilan seorang Ummu Salamah dalam ketsiqohannya membantu sang suami berdakwah.

*Berbagai Sumber

Leave a Reply