Cantik Tanpa Punuk Unta

112
Bagikan via

Oleh: Indrawati

Menggunakan hijab merupakan kewajiban wanita muslimah. Beberapa waktu lalu, busana hijab masih kurang digemari karena dianggap kuno. Namun sebenarnya pakaian hijab memang bukan untuk gaya-gayaan, melainkan untuk melindungi perempuan muslim agar auratnya tidak sembarangan dilihat orang. Walaupun saat ini hijab sudah berkembang, masih banyak yang menggunakan hijab dengan cara yang salah.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim bersabda,” Ada 2 golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yakni wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak lenggok, mengundang kemaksiatan, kepala mereka seperti punuk unta yang miring.

Wanita itu tidak masuk surga dan juga tidak mencium bau surga, padahal bau surga sudah tercium dalam jarak sekian dan sekian”. (HR Muslim, 3971).

Apa itu Punuk Unta?

Imam Nawawi dalam menjelaskan hadits mengatakan: “Yang dimaksud dengan “Punuk Unta” ialah mereka yang membesarkan kepalanya dengan kain hijab, atau selendang dan semisalnya yang dilipatkan di atas kepala sehingga menyerupai punuk unta. (Syarh An-Nawawi ‘Ala Muslim 17/191).

Imam Ibnu Al-‘Arobi juga mengatakan: “Kalimat “Asnimatil-Bukht” atau punuk unta dalam hadits itu ialah kiasan bagi wanita yang membesarkan kepala dengan sejenis potongan-potongan kain (rambut palsu) agar orang yang melihatnya dan menyangka bahwa itu rambutnya, dan ini diharamkan.” (Faidh Al-Qodir 1/463).

Sesuai definisi tersebut punuk unta bukanlah lipatan rambut, tetapi lipatan dan gulungan sesuatu yang bukan rambut asli, agar nantinya orang yang melihat dan menyangka bahwa itu rambut sungguhan yang panjang padahal bukan. Ini yang dilarang karena ada unsur penipuan dan pengelabuan.

Jika definisinya seperti ini, berarti ada kolerasi dengan hadits larangan menyambung rambut. Karena dalam praktek itu semua terdapat unsur penipuan dan mengelabui. Nabi Muhammad Salallahu Alahi Wasallam bersabda: “Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan yang meminta disambungkan dan yang membuat tatto juga yang minta dibuatkan tatto.” (HR. Bukhori 5841).

Punuk Unta = Lipatan Rambut?

Memang ada beberapa ulama yang menafsirkan bahwa punuk unta itu lipatan rambut panjang. Tapi jangan gegabah mengatakan orang yang melipatkan rambut mereka sebagai punuk unta, ulama punya spesifikasi khusus dalam mengkategorikan lipatan rambut itu sampai disebut dengan punuk unta yang dimaksud dalam hadits.

Imam Al-Qurthubi sebagaimana dikutip oleh Imam Ibnu Hajar Al-‘Asqolani dalam kitabnya Fathul-Baari, mengatakan: “Bukht” itu bentuk plural dari “Bukhtiyah”, yaitu kata yang dipakai sebagai perumpamaan unta yang mempunyai punuk besar. Sedangkan kata “Asnimah” bentuk plural dari “Sanam” yaitu ialah punuk yang menjulang tinggi yang berada di tengah-tengah punggung unta.

Kepala-kepala wanita itu dianalogikan dengan punuk unta karena mereka mengangkat (menjadikan) gulungan dan lipatan rambut mereka diatas kepala sebagai bentuk perhiasan (berhias mempercantik) dan dibuat-buat, dan terkadang mereka melakukan itu dengan sesuatu yang bisa menambah rambut mereka (dengan rambut buatan).”
(Fathul-Baari 10/375).

Ada point penting yang dijelaskan oleh Imam Al-Qurthubi yaitu:

1. Sebagai bentuk perhiasan (berhias mempercantik) dan dibuat-buat. Di sini semakin jelas bahwa yang dimaksud punuk itu ialah ikatan atau gulungan rambut dan yang bukan rambut, seperti kain atau sorban yang kemudian di taruh di atas kepala dengan tujuan Estetic (mempercantik diri), yaitu dengan maksud berdandan untuk menarik perhatian lawan jenis.

2. Sedangkan, apa yang dilakukan oleh kebanyakan wanita Indonesia yang berambut panjang ialah dengan melipatnya di belakang kepala agar bisa memakai kerudung tidak tergolong dalam sebutan punuk unta yang dilarang.

3. Imam Nawawi mengutip pendapat salah satu ulama yang menyebutkan bahwa punuk unta itu yang gumpalan rambut atau rambut palsu yang ada diatas kepala, itu yang disebut dengan punuk unta. (Syarh An-Nawawi ‘Ala Muslim 17/191). Jadi sama sekali apa yang dilakukan oleh kebanyakan orangtua kita, atau saudari-saudari muslim kita itu bukan yang dimaksud dalam hadits Nabi SAW itu. Karena itu rambut asli dan bukan bertujuan estetik, atau berhias mempercantik diri. Dan baiknya kita lebih bijak dan fair ketika menyampaikan pesan agama.

4. Para wanita berhijab modis yang banyak sekarang itu, lebih dekat dengan sebutan punuk unta. Karena mereka memakai kerudung dengan banyak lapisan. Lapisan dasar, kemudian ditambah dengan lapisan kedua yang berwarna-warni kemudian diputar, digulung, ditambah lagi dengan renda-renda. Masih kurang, ditambah lagi dengan bunga. Masih kurang kemudian ditambah lagi dengan pashmina. Ini yang akhirnya membuat kepala semakin besar.

Cara Berhijab Syar’i

1. Rambut yang Mencuat

Seringkali rambut muncul dari bagian kening maupun dekat telinga, bahkan ada yang mencuat dari dalam hijab bagian belakang. Hal ini bisa terjadi karena kita tidak menggunakan inner hijab.

Solusi: Untuk ikatan rambut, jangan terlalu kencang dan jangan terlalu tinggi. Hal ini karena ikatan rambut terlalu kencang dapat merusak rambut dan ikatan rambut yang terlalu tinggi bisa membentuk tonjolan atau punuk. Karena sebenarnya gaya jilbab dengan kepala membesar atau meninggi tidak sesuai dengan syarat berjilbab yang benar. Ikat rambut ke bagian bawah atau potong rambut menjadi pendek bila Anda gerah.

2. Jilbab ‘Mickey Mouse’ dan Transparan

Beberapa orang masih menggunakan jilbab dengan kedua kuping dan leher masih nampak dengan jelas. Beberapa orang menyebut jilbab semacam ini adalah jilbab Mickey Mouse karena menunjukkan telinga. Maka sudah jelas hijab semacam ini tidak cukup menutupi tubuh. Atau menggunakan hijab transparan yang tidak disiasati agar tidak memperlihatkan tubuh bagian dalam.

Solusi: Jilbab yang baik adalah yang menutupi bagian kepala, menyisakan bagian wajah saja. Gunakan jilbab yang nyaman agar tidak merasa panas maupun gerah. Bahan rayon atau kaos pada inner hijab, bisa menyerap keringat dan terasa nyaman di kulit. Untuk jilbab transparan pada jilbab segi empat, bisa disiasati dengan melipatnya menjadi segitiga, atau bisa juga menggunakan inner hijab ninja yang panjang agar menutupi bagian dalam kepala dan leher.

3. Hijab Tidak Menutupi Daerah Dada

Saat menggunakan hijab, seringkali ada yang melilitkannya di leher atau membiarkan bagian dada hingga perut tidak tertutup. Otomatis bentuk dada dan pinggang kita akan nampak dengan jelas.

*Berbagai Sumber

Leave a Reply