Fajar, Penderita Selebral Pasif yang Hafidz Diusia 12 Tahun

47
Bagikan via

*Kisah Fajar Abdulrokhim Wahyudiono

Oleh: Indrawati

Aset adalah sesuatu yang sangat dilindungi dan diharapkan banyak orang. Bagi keluarga Muslim, anak yang memiliki kemampuan sebagai penghafal Alqur’an adalah aset yang istimewa.

Dari Abi Umamah, Rasululllah Shalallahu alahi wasallam bersabda: “Bacalah Alqur’an karena dia datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi orang yang membacanya. (HR. Muslim).

Fajar Abdulrokhim Wahyudiono merupakan anak yang sangat istimewa bagi kedua orangtuanya. Kemampuannya menghafal 30 juz Alquran di usia 12 tahun menjadikannya dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Menurut Heny Sulistiowati, ibunda Fajar bahwa menjadi anak yang berkebutuhan khusus ternyata tak membuat sang buah hati kesulitan menghafalkan Alqur’an.

“Jika ingin punya anak yang mahir menghafal ayat-ayat Allah maka dibutuhkan keteladanan, kesabaran, pengetahuan, pola hidup disiplin, serta tekad yang kuat,” ujar Heny.

Pandai membaca Alqur’an sejak usia 3,5 tahun membuat orangtuanya terkesan, mengingat kebanyakan anak baru bisa membaca sekitar 5 tahun. Bagi sang ibunda, tentu ini bukanlah mukjizat, namun usaha yang dibentuk bersama sang suami untuk menciptakan lingkungan yang Qur’ani.

“Kami selalu menyetel dan memperdengarkan lantunan Alqur’an di rumah selama 24 jam sehingga menstimulus dia (Fajar). Awalnya kami beli murottal yang ada gambarnya, dia suka dan mengikuti apa yang dibacakan orang, setelah tertarik baru diberikan VCD. Jadi dia belajar membaca, memahami cara baca, dan menghafal Alqur’an melalui audio dan video, ” tuturnya.

Heny mengibaratkan metodenya seperti halnya anak-anak artis yang distimulasi orangtuanya menjadi penyanyi dengan diajarkan alat musik dan diperdengarkan lagu-lagu. Inilah yang menjadikan anak-anak mereka menjadi penyanyi hebat sejak kecil.

“Dengan pola itu, kenapa tidak kita arahkan anak-anak untuk mampu menghafal Alqur’an,” ujar istri dari Joko Wahyudiono ini.

Doa yang Diijabah

“Ya Allah karuniakanlah keluarga saya seorang anak yang hafal Alqur’an, pemimpin yang sholeh, dan ahli Surga.”

Itulah petikan doa yang selalu dipanjatkan oleh Heny bahkan sebelum ia menikah dengan Joko Wahyudiono. Akhirnya dengan kuasa Allah, ia dipertemukan dengan laki-laki yang juga mendukung keinginannya.

“Jujur, saya sangat mendambakan anak hafidz, begitupun dengan suami saya. Sehingga kami selalu berusaha mendidik anak kami satu-satunya ini dengan cara menciptakan lingkungan Islami dan Qur’ani. Alhamdulillah Allah mengijabah doa saya dengan menghadiahkan Fajar,” ungkapnya.

Fajar menderita keterbatasan motorik atau disebut penyakit selebral pasif yang melumpuhkan otaknya. Kekurangannya justru membuat kedua orangtuanya kompak mendidik Fajar dengan menciptakan lingkungan Islami.

“Anak jadi apa, orangtualah yang akan menentukan karena peran orangtua penting dan utama. Sedini mungkin dekatkan anak kita pada Qur’an agar terbiasa dan menjadi bagian dari dirinya,” nasehatnya.

Tips Lahirkan Hafidz

1. Bentuk keluarga islami sejak dini, perdengarkan murottal di dalam rumah selama 24 jam

2. Di rumah hindari penggunaan televisi, memutar musik dan lain-lain, kecuali suara mengaji dan orang membaca Alqur’an

3. Selalu menyeleksi makanan yang baik dan halal, selain itu memperhatikan bahan yang mengandung pengawet

DATA DIRI

Nama: Fajar Abdulrokhim Wahyudiono
Tempat Lahir: Bandung, 2 Oktober 2005
Ayah: Joko Wahyudiono
Ibu: Heny Sulistiowati
Sekolah: SDIT Al Ihsan, Colomadu, Karanganyar
Hobi: Mengaji
Cita-cita: Jadi Imam Masjidil Haram
Alamat: Tohudan, Karanganyar

Leave a Reply