23 Komunitas Pegiat Sampah Gelar Aksi Bersih Pantai

64
Bagikan via
23 pegiat sampah gelar aksi bersih pantai di Tanjung Bayang dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Sabtu (23/02/2019). Foto: Dok Timurindonesia.com

Oleh: Nur Suhra Wardyah

MAKASSAR – 23 komunitas pegiat sampah se Kota Makassar menggelar aksi bersih pantai di sepanjang bibir Pantai Tanjung Bayang. Aksi tersebut menjadi rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada tanggal 21 Februari.

Tampak ratusan insan pegiat sampah dengan beragam usia memunguti sampah-sampah yang berserakan, didominasi jenis sampah plastik di pinggir pantai, Sabtu pagi.

Pegiat sampah ini terdiri dari komunitas green school pada Sekolah Menengah Pertama (SMP), pecinta lingkungan di tingkat perguruan tinggi, hingga lembaga yang dibentuk oleh NGO.

“Kami sangat bersyukur masih bisa memberi sumbangsih buat bumi kita, meski aksi ini tidak seberapa, namun perubahan itu tidak harus dari hal besar tapi dimulai dari hal-hal yang sederhana,” ungkap Pembina Yayasan Lestari Mulia (Yasalam), Ikrom Trianto.

Menggandeng puluhan siswa SMP 6 Makassar, Yasalam bekerja sama PT Pertamina telah mencetuskan program green school di SMP 6 untuk menggeliatkan sadar bersih dan cinta lingkungan sejak dini. Sekaligus menggelorakan even serupa HPSN.

Komunitas Green School SMP 6 ikut menyemarakkan HPSN 2019 di Pantai Tanjung Bayang. Foto:Dok.Timurindonesia.com

Aksi yang diinisiasi oleh Red Planet Indonesia ini juga mengundang Earth Hour Makassar, salah satu komunitas pegiat lingkungan. Komunitas ini diinisiasi WWF (World Wide Fund for Nature) yang berfokus pada kampanye global untuk melawan perubahan iklim.

Penanggung jawab Earth Hour Makassar, Muhammad Rezi Akbar, mengatakan, tidak sedikit kawasan pantai dan laut tercemar oleh sampah-sampah yang dihasilkan oleh masyarakat maupun pengunjung. Padahal dunia internasional mengenal Indonesia dengan ribuan gugusan pulaunya nan Indah, berpotensi sebagai kawasan pariwisata.

‘’Momen ini harus kita manfaatkan mengedukasi warga sekitar maupun pengunjung untuk sadar menjaga kebersihan pantai agar mampu menarik minat wisatawan,” katanya.

Disapa Eci, ia menyebutkan, Indonesia menjadi salah satu negara dengan penyumbang sampah plastik terbanyak kedua di dunia. Sehingga sangat penting bahkan urgen menyampaikan bahaya sampah plastik yang bisa mengakibatkan micro plastik kemudian berdampak pada kerusakan ekosistem laut.

Hal ini bukan hanya bagi warga Tanjung Bayang namun berlaku buat seluruh masyarakat yang berdomisili di pesisir pantai.

“Semoga dengan kedatangan kami, masyarakat tergerak hatinya untuk bersama-sama menjaga keindahan dan kebersihan pantai khususnya Tanjung Bayang ini,’’ tutupnya.

Sekadar diketahui, HPSN merupakan Hari Peduli Sampah Nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI sebagai pengingat tentang bencana lingkungan akibat longsornya TPA Leuwi Gajah Bandung pada 21 Februari 2005 silam.

Leave a Reply