Produksi Cabai di Kota Makassar Meningkat

95
Bagikan via

Oleh: Indrawati

MAKASSAR – Dalam kegiatan sosialisasi pengawasan dan perlindungan tanaman oleh Dinas Peternakan dan Perikanan (DP2), Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menyampaikan jika produksi tanaman cabai meningkat pesat.

Menurut Danny, di tengah limbah perkotaan dan bangunan-bangunan padat penduduk, petani perkotaan masih mampu memanfaatkan lahan yang ada untuk tanaman produktif.

“Jadi orang kadang-kadang heran, ‘penghasilan lombok di kota Makassar meningkat tajam’. Begitu pun sayur-mayur, Kok bisa? Padahal hanya memanfaatkan ruang-ruang sempit di lorong-lorong,” kata Danny di Jl. Amirullah, (22/2).

Terbukti, hal-hal kecil inilah membuahkan hasil maksimal. Sehingga, Makassar berhasil mengontrol inflasi daerahnya.

Danny menjelaskan, petani di daerah (kampung) menanam padi, jagung, dan sejenisnya adalah hal yang biasa. Tapi di kota besar seperti Makassar, dengan peningkatan jumlah produksi tanaman cabai yang begitu pesat, sungguh luar biasa.

“Itu hal luar biasa, apalagi di kota metropilitan ini. Jadi petani-petani perkotaan adalah orang-orang yang luar biasa,” kata Danny.

Tantangan pertanian kota sangat berat. Berbagai upaya pun dilakukan. Seperti saat ini dikembangkan pertanian hidroponik dan pertanian dengan lahan bertingkat.

Namun Danny mencontohkan negara Singapura yang sukses mengembangkan sistem seperti ini. Di Negara Singa itu, kata Danny, bahkan kerang mutiara, ikan, dan kepeting juga dibudidayakan dengan lahan bertingkat di ruang sempit. Budidaya seperti ini disebut aquaculture. Dengan pengetahuan dan teknologi, lahan sempit bisa dimanfaatkan untuk hasil yang maksimal.

“Makanya, Dinas terkait harus memberikan penyuluhan ke petani di kota Makassar “knowledge’(pengetahuan) dan teknologinya, agar bisa lebih maksimal lagi,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala seksi perlindungan tanaman Dinas P2, Ir. Isra Zulyadi menyampaikan, kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan petani mengenai pengawasan dan perlindungan tanaman menuju pertanian ramah lingkungan di Kota Makassar.

“Kita berharap dengan ini bisa menghasilkan produksi seoptimal mungkin tetapi dalam proses dan hasilnya tidak berdampak negatif terhadap kesehatan manusia dan tidak membahayakan lingkungan,” kata Isra.

Kegiatan yang mengangkat tema, “Pengawasan dan Perlindungan Tanaman dengan Pemanfaatan Pestisida Nabati Menuju Pertanian Ramah Lingkungan,” tersebut juga dihadiri oleh Kelompok Tani dan Penyuluh Pertanian se-Kota Makassar.

Leave a Reply