Debat Capres, Diharapkan Pembangunan Infrastruktur Merata di Desa Terpencil

73
Bagikan via
Komunitas Sikola Inspirasi Alam saat mengajar di SD Cindakko Kab.Maros. Foto: Dok.Sikola Inspirasi Alam

Oleh: Nur Suhra Wardyah

MAKASSAR – Relawan pendidikan berharap terjadi pembangunan infrastruktur yang merata antara desa dan kota, agar masyarakat di desa-desa terpecil lebih mudah mengakses pendidikan.

Hal tersebut menjadi permintaan salah seorang relawan dari Komunitas Sikola Inspirasi Alam,
Satriani Muliadi, Minggu, jelang debat Calon Presiden (Capres) kedua, hari ini (17 Februari 2019).

Menjadi relawan pendidikan, mantan Ketua Sikola Inspirasi Alam 2018 ini mengisahkan, komunitasnya menjamah dan membantu proses belajar-mengajar di sekolah terpencil setiap tahunnya. Sekolah yang sangat susah aksesnya.

“Masih banyak sekolah yang sangat susah aksesnya. Tidak seperti di kota. Padahal anak-anak di kota dan desa sama banyaknya,” kata Ria sapaannya.

Seperti yang dilakukan di SD Cindakko Dusun Cindakko Desa Bonto Somba, Kec.Tompo Bulu, Kabupaten Maros tahun lalu. Hanya memiliki dua kelas, sekolah ini merupakan sekolah jarak jauh dari SD 246 Bonto-bonto. Dibentuk berkat usulan seorang guru honorer bernama Idris pada 2008 silam.

Inisiatif tersebut muncul karena kekhawatiran Idris terhadap pendidikan sekitar 80 anak yang berdomisili di atas gunung, dengan medan yang sangat sulit nan jauh untuk bisa sampai ke sekolah.

Akses menuju sekolah ini bukanlah hal yang mudah, harus melalui rawa dan delapan anak sungai berjarak sejauh 7 kilometer dengan waktu tempuh 2-3 jam. Hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki, star dari Kampung Baru Desa Bonto Somba.

“Jika musim hujan tiba, kita tidak bisa naik ke atas. Air di sungai-sungai meluap dan kita harus menyebranginya,” jelasnya.

Menurut Ria, di era keterbukaan informasi seperti sekarang seharusnya tidak lagi ada hambatan dan alasan pemerintah untuk mencapai daerah terpencil. Pemerintah pusat hingga ke tatanan desa harusnya lebih kompak melakukan pembangunan infrastruktur, seperti jalan, layanan pendidikan dan kesehatan, utamanya di desa-desa terpencil.

“Pendidikan semestinya perlu disamaratakan. A semua pihak harus terlibat. Kita berharap kedua Capres bisa lebih memperhatikan kondisi akses jalan dari daerah kecil ke daerah terpencil lainnya,” harapnya.

Leave a Reply