Iblis Makin Kreatif. Ini Metode Penyesatannya!

70
Bagikan via

Oleh: Indrawati

“Iblis berkata: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al A’raf : 16 – 17).

Sumpah iblis ini diabadikan dalam Al-Qur’an. Permusuhan iblis kepada manusia terus akan berlangsung hingga hari kiamat. Semenjak terusir dari jannah, ia bersumpah untuk menyesatkan seluruh anak Adam dari jalan yang lurus. Iblis dan pengikutnya selalu meningkatkan keterampilan mereka dalam menggoda manusia.

Nabi SAW mengajarkan kepada kita do’a agar dibaca pagi dan sore. Do’a tersebut berisi permintaan seorang hamba agar dilindungi Allah Ta’ala dari godaan syetan dari berbagai arah.

اللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِينِي وَعَنْ شِمَالِي وَمِنْ فَوْقِي وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Ya Alloh jagalah aku dari arah depan, belakang, kanan, kiri, dari atas, dan aku berlindung pada keagunganMu agar aku tidak tersambar dari bagian bawahku (H.R Abu Dawud dari Ibnu Umar, dishahihkan oleh Syaikh al-Albany).

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan, “Kemudian aku (iblis) mendatangi mereka dari depan”. Maksudnya: Iblis akan membuat manusia ragu akan permasalahan akhirat (Min baini Aidihim). “Dari belakang mereka” maksudnya membuat mereka cinta kepada dunia (Wa Min Kholfihim). “Dari kanan” maksudnya urusan-urusan agama akan dibuat syubhat (Wa ‘An Aimaanihim). “Dan dari kirimereka” maksudnya dan manusia akan dibuat tertarik dan senang terhadap kemaksiatan (Wa ‘An Syama’ilihim).
Adapun maksud dari arah-arah tersebut, Syaikh Ibnu Muflih menjelaskan bahwa arah depan yang dimaksud adalah akhirat. Setan akan membisikkan bahwa gambaran akhirat yang terdapat dalam Al Quran hanyalah rekayasa dan tidak benar.

Selain itu setan akan membisikkan bahwa segala apa yang terjadi di akhirat seperti hisab, surga dan neraka adalah hal yang dibuat-buat agar manusia takut untuk melakukan maksiat. Manusia pun menjadi ragu dengan kehidupan akhirat.

Setan jug akan membisikkan bahwa segala apa yang terjadi di akhirat seperti hisab, surga dan neraka adalah hal yang dibuat-buat agar manusia takut untuk melakukan maksiat. Manusia pun menjadi ragu dengan kehidupan akhirat.

Sejak diusir oleh Allah SWT dari Surga, iblis telah menciptakan berbagai cara dan seni untuk menyesatkan manusia. Sehingga, ia semakin kreatif dalam menggoda manusia, di antaranya adalah:

1. Menghiasi kebatilan

“Ya Tuhanku,karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan jelek) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya…” (QS. Al-Hijr [15] : 39).

Iblis mengawali godaannya dengan menghiasi (membuat manusia memandang baik terhadap perbuatan dosa dan maksiat). Kemudian baru menggoda dan menyesatkannya.

2. Menamakan kemaksiatan dengan hal yang menyenangkan

“Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa.” (QS. Thaha [20] : 120)

Diantara bentuk godaan dan tipu daya setan adalah memberi nama kekejian dan kemaksiatan dengan nama-nama yang disukai hati agar keburukan dan kekejian tersamarkan.

Para pengikut iblis menamakan perbuatan-perbuatan terlarang dengan nama-nama yang disukai hati. Mereka menamakan khamar dengan minuman berenergi. Mereka menamakan riba dengan bunga, pengumbaran aurat perempuan dengan kebebasan perempuan, ikhtilath (percampuran) antara lelaki dengan perempuan dengan kemajuan dan masyarakat modern, artis dan aktor, penyanyi, musik, perbuatan mesum dan sejenisnya dengan nama seni. Semua ini mereka lakukan guna menarik hati manusia agar cenderung kepada kekejian dan keburukan.

3. Menamakan ketaatan dengan nama yang tidak disukai

Sesungguhnya kebenaran mempunyai cahaya yang bersinar terang benderang. Sekiranya kebenaran ini dalam bentuk aslinya sebelum dinodai dan dicemarkan, niscaya jiwa manusia akan cenderung dan tertarik kepadanya.

Pendengaran dan hati mereka akan terfokus dan tunduk kepadanya. Oleh karena itu, peranan setan yang pertama kali adalah memperburuk citra kebenaran, mencemari dan menamakannya dengan nama-nama yang tidak disukai.

4. Setan memasuki manusia dari pintu yang paling disenangi jiwanya

Setan berjalan di dalam diri manusia melalui aliran darah, sehingga dapat mempengaruhi nafsunya.Lalu bertanya kepadanya tentang apa yang disukai dan diinginkannya. Jika telah mengetahuinya ia akan meminta tolong kepadanya untuk menjerumuskan pemiliknya dan akan masuk dari pintu ini.

Setan juga mengajarkan kepada bala tentaranya dari kalangan manusia bila hendak memperoleh keinginan yang jelek dari orang lain maka hendaknya mereka masuk dari pintu yang mereka sukai dan kehendaki.

5. Setan menyesatkan manusia secara bertahap

Setan tidak akan mendatangi manusia dan mengatakan,”Lakukanlah kemaksiatan ini atau kerjakanlah kemungkaran ini.”Tetapi setan menjerumuskan manusia selangkah demi selangkah.

Orang-orang zaman dahulu mengatakan,”Bermula dari pandangan, lalu senyuman kemudian perbincangan, mengikat janji lalu pertemuan.”

Sampai disini terjadilah sesuatu yang terlarang.

6. Setan menghalang manusia dari kebenaran

Setan telah berjanji terhadap dirinya sendiri, bahwa ia akan menyesatkan dan memalingkan semua umat manusia, kecuali orang yang berlindung kepada Allah SWT.

7. Setan berpura-pura memberikan nasihat kepada manusia

Sesungguhnya setan tidak akan mendatangi manusia dan berkata kepadanya, “Lakukanlah kemaksiatan seperti ini supaya kamu mendapatkan siksaan yang pedih.”

Tetapi setan akan mendatanginya dengan menjelma menjadi seorang penasihat yang jujur dan baik.

“Dan ia (setan) bersumpah kepada keduanya,“Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua.” (QS. Al-A’raf [07]: 21).

*Berbagai Sumber

Leave a Reply