Debat Capres Kedua, Prof Dwia: Ini Bakal Seru

59
Bagikan via

Oleh: Nur Suhra Wardyah

MAKASSAR — Sejumlah akademisi perguruan tinggi negeri hingga swasta memprediksi debat Calon Presiden (Capres) kali kedua bakal berlangsung alot dan sengit. Pasalnya tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam dan lingkungan hidup dinilai sangat sensual.

Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Dwia Aries Tina Palabuhu memperkirakan, debat kali ini bakal seru karena tema yang diangkat sangat erat kaitannya dengan janji utama incumbent empat tahun lalu, Sabtu.

Petahana pasti akan mengupas prestasi yang telah dilakukan. Kemudian lawannya tentu akan memberikan kritikan terkait program yang belum terealisasi sekaligus memaparkan rencananya.

“Ini pasti bakal seru nih, kemungkinan incumbent akan lebih enak menjawab sebab dia relatif bekerja. Meski memang masih ada beberapa janji yang belum terpenuhi, seperti impor pangan ternyata masih ada,” ungkap Dwia.

Terlebih, ke lima tema merupakan bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga isu-isu yang akan dibahas pastinya ditunggu untuk perbaikan kesejahteraan rakyat. Seperti apa strategi yang akan diambil untuk pengurangan angka kemiskinan, isu energi terbarukan yang baru sekitar lima persen digunakan, program mengurangi impor, mengeksplorasi Sumber Daya Alam, serta infrastruktur terkait pemanfaatan dan pengelolaannya.

Pada debat Capres nanti, kata Dwia, tentu akan banyak hal yang bisa diargumentasikan. Sementara dari pihak akademisi akan mengukur sejauh mana pengetahuan para kandidat. Apalagi metode kisi-kisi yang digunakan bisa menangkap sejauh mana pemahaman kedua calon pemimpin.

“Di sana nanti akan kelihatan siapa yang betul-betul menguasai ke lima tema yang diangkat. Atau kita juga bisa lihat siapa yang sekadar berwacana tapi kosong. Visi-misinya nanti kita akan tahu,” pungkasnya.

Menurut Prof Dwia, dengan masih banyaknya masyarakat yang diasumsikan golput, dirinya berharap dengan adanya debat ini bisa mendapat aspirasi pilihan.

Para kandidat memperlihatkan komitmennya untuk perbaikan Indonesia lima tahun ke depan, menunjukkan kewibawaan dan ilmu mendalam dengan tidak saling menyerang.

Leave a Reply