Inovasi Makassar Dievaluasi, Tim Kemendagri Terkesan dengan Home Care

154
Bagikan via
Drs. Drajat Wisnu Setyawan, MM selaku Ketua Tim CSS ( Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah, didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Naisyah Tun Azikin saat menyambangi lorong terintegrasi Kelurahan Pandang beberapa waktu lalu. Dok.Humas

Oleh: Nur Suhra Wardyah

MAKASSAR — Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Common Sense (CSS) Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD)  kembali menggelar Evaluasi Kinerja Pemerintah Daerah (EKPD) di Kota Makassar, terhitung 12-15 Februari 2019.

Evaluasi tersebut terkait penyelenggaraan pelayanan pemerintahan, yang mana Makassar berpeluang menggaet penghargaan tertinggi dari Presiden yakni Parasamya Purnakarya Nugraha 2019.

Sebelumnya, penghargaan sehubungan dengan pelayanan tiga tahun berturut-turut, sejak 2015, 2016 dan 2017 mengantarkan Makassar berpeluang meraih penghargaan tertinggi ini. Apalagi Makassar dikenal dengan segudang inovasi.

Karena itu, Drs Drajat Wisnu Setyawan selaku Ketua Tim CSS, yang juga Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah menyambangi beberapa inovasi yang lahir dari Pemerintah Kota Daeng.

Inovasi yang dikunjungi di antaranya Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Sombere Smart City, War Room, RS Daya, Kantor Camat Makassar, Carester atau Pusat Pelayanan Terpadu Penanggulanagan Bencana, SD Impres BTN Pemda, Lorong Terintegrasi di Kelurahan Pandang, TPA dan Bank Sampah Pusat.

“Verifikasi ini dilakukan agar kami mendapatkan gambaran obyektif sebagai kelengkapan administrasi,” kata Wisnu.

Saat mengunjungi war room, Wisnu juga menyampaikan apresiasinya terhadap ruang kontrol yang terintegrasi dengan seluruh layanan dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) Kota Makassar.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Andi Mappanyukki mengaku, tim tersebut terkesan pada enam layanan wajib pemerintahan yang bisa diakses lewat war room, di antaranya layanan kesehatan, sosial, pendidikan dan pekerjaan umum.

“Mereka seolah takjub dengan data home care yang terintegrasi lewat war room,” ungkapnya.

Betapa tidak, program Home Care yang telah mencetak penghargaan Asia ini memiliki data lengkap terkait kunjungan ke masyarakat, ditambah data warga yang telah mengakses layanan tersebut, yang semuanya ada di war room.

Sehingga tim CSS menilai, inovasi ini bukan hanya membantu kerja-kerja pemerintah, namun juga memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan.

Leave a Reply