Bangga Tak Pernah Pacaran

61
Bagikan via

Oleh: Indrawati

*Kisah keluarga A M Iqbal Parewangi, Anggota DPD-MPR RI

Istilah “baper” atau bawa perasaan menjadi trend yang melegenda belakangan ini. Usia 25 tahun adalah saat dimana kondisi para jomblo berada dalam posisi baper tingkat akut. Bahkan kalangan pelajar pun mengenal istilah ini.

Takut tak laku adalah perasaan yang menghantui mereka. Nah, salah satu cara menghindari penyakit baper ini ialah menikah, agar hidup aman dan nyaman.

Menikah bagi keluarga A M Iqbal Parewangi bukanlah permainan. Ia adalah proses penyatuan dua insan yang memiliki visi sama. Itulah yang disebut sebagai komitmen dalam pernikahan. Iqbal mengatakan, dalam pernikahan harus ada cinta, cita, dan citra.

“Pernikahan harus diawali dengan cinta, diorientasikan pada cita-cita, serta dibangun dengan citra yang baik. Ketiga hal tersebut akan melahirkan generasi yang baik,” ungkap pria kelahiran Wajo, Sulawesi Selatan ini.

Untuk menumbuhkan cintanya, Yusrah istri Iqbal, memilih untuk tidak pernah pacaran. Baginya selain dilarang dalam agama Islam, pacaran bisa merusak kemurnian cinta. “Saya dan suami bangga tidak pernah pacaran,” ujarnya.

Selain dilahirkan di lingkungan islami, keteladanan adalah hal yang penting untuk melahirkan generasi islami. Sehingga bagi Yusrah, pesantren adalah satu-satunya tempat terpercaya untuk pendidikan akhlak bagi anak.

“Alhamdulillah, semua anak saya masukkan dalam pesantren untuk menjaga akhlaknya, karena di pesantren pendidikannya telah terkonsep dengan baik,” tuturnya.

Selain menyekolahkan anaknya di pesantren, pasangan suami istri ini pun kompak dalam mendidik anak. Keluarga ini mengajarkan sang buah hati untuk mencintai kedua orangtuanya, karena baginya jika anak telah mencintai orangtua, maka mereka tidak akan melakukan perbuatan yang bisa membuat malaikatnya menitikkan air mata kesedihan.

“Bicaralah yang baik-baik atau diam. Itulah pendidikan yang ditanamkan di keluarga kami,” ungkap ibunda empat orang anak ini.

Selain akhlak, budaya pacaran menjadi perhatian khusus bagi lulusan Universitas Hasanuddin, Yusrah Taqiyah Tajuddin. “Sampai saat ini nilai keteladanan menjadi nomor satu, karena saya dan suami tidak pernah pacaran, sehingga kami juga akan mendidik anak tanpa pacaran,” tegasnya.

Kagumi Sosok Iqbal

Pernikahan yang dijalaninya bersama Iqbal nyatanya bukanlah kisah biasa. Yusrah memilih dijodohkan kedua orangtuanya dibanding pilihannya. Kondisi tersebut bukan berarti tidak melahirkan cinta di hati wanita kelahiran Bantaeng, Sulawesi Selatan ini.

“Dia sosok yang cerdas, tegas, karismatik, serta tidak seperti kebanyakan laki-laki yang sering mengganggu perempuan,” ungkapnya.

Ibunda A Zay Mayziadah Qyus Putri ini mengakui bahwa ia termasuk anak manja, sehingga ketika ditanya orangtua perihal perjodohan ia sempat menitikkan air mata. “Untuk pertama kalinya saya dipanggil orangtua setelah beberapa kali menolak lamaran. Saat itu, saya sempat menangis karena telah membayangkan tidak akan kuliah. Tapi akhirnya saya setuju karena meyakini bahwa apa yang dipilih orangtua adalah yang terbaik,” ungkapnya lagi.

Lanjut Yusrah, setelah menikah, Iqbal yang menjabat sebagai anggota DPD MPR RI, ternyata tidak pernah melupakan tugasnya sebagi sosok suami dan ayah bagi anak-anaknya. Tindakan ini adalah salah satu cara untuk menguatkan komitmen dalam keluarga mereka.

“Kami usahakan sekali dalam seminggu keluar rumah, walaupun itu hanya sekadar makan di mall atau berbincang kembali tentang komitmen yang sudah terbangun,” tuturnya.

Tips Lahirkan Generasi Terbaik

1. Jangan menjadi satpam bagi anak, namun tanamkanlah konsep penyadaran dalam diri mereka masing-masing

2. Ajarkan berbicara yang baik atau lebih baik diam

3. Ajarkan anak mencintai orangtuanya

4. Arahkan anak pada keahliannya masing-masing

DATA DIRI

Nama: A M Iqbal Parewangi
Tempat Lahir: Wajo, 22 November 1965

Pekerjaaan:

1. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD-MPR RI)
2.Ketua Badan Kerjasama Parlemen dan Hubungan Internasional DPD-MPR RI
3.Anggota Komite 1 DPD RI

Istri: Yusrah Taqiyah Tajuddin
Tempat Lahir: Bantaeng, 3Juni 1977

Anak:

1. A Zay Mayziadah Qyus Putri
2. A M Avo Avecienna Qyus Putra
3. A M Khawaiz Khawarizmi Qyus Putra
4. A M Hiramacca Averrous Qyus Putra

Leave a Reply