Kini, Fakir Miskin di Sulsel Diprioritaskan

51
Bagikan via

 

Oleh:Andi Amriani

Makassar–Undang-undang telah mengatur hak anak terlantar dan fakir miskin. Namun, apakah termasuk juga dengan kesehatan mereka?

Hampir semua daerah di Indonesia, anak terlantar dan fakir miskin mengalami keterbatasan untuk tumbuh dan berkembang seperti anak-anak yang lain.

Sehingga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, mereka menghabiskan waktunya di jalan untuk mencari uang. Kondisi ini pulalah yang membuat orang lain utamanya pengguna jalan terganggu.

Mengamen, jual koran hingga mengemis merupakan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh anak terlantar. Kadangkala mereka menjadi sasaran penertiban pemerintah.

Di Sulsel tahun ini, pemerintah memprioritaskan anak terlantar dan fakir miskin. Untuk pembangunan infrastruktur jalan, jembatan akan menjadi prioritas kedua.

“Infrastruktur masih bisa ditunda, namun nyawa bisa melayang jika mereka yang sakit tidak ditangani dengan cepat,” ujar Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Sulsel pada acara Rakor Bersama Seluruh Kepala RS se Sulsel, di Hotel Claro Makassar, Rabu (6/2).

Lanjutnya, Sulsel harus memastikan orang miskin dipelihara oleh negara, dan ini ada jaminan undang-undang. Jelas sekali, dalam undang-undang, orang miskin, anak terlantar dijamin oleh negara, itu sudah diatas dari semua peraturan yang ada.

Undang-undang, menurut Andi Sudirman, sudah mengatur semua hak-hak anak terlantar dan fakir miskin. Jika aturan sejak dari dulu diterapkan maka sudah dari dulu, fakir miskin, anak terlantar itu diatur oleh negara. Dipelihara itu termasuk masalah kesehatannya. Ini kewajiban pemerintah dan negara menjamin ini.

“Yang saya pikirkan sampai saat ini, meskipun sudah mulai melihat listrik, melihat aspal, melihat bandara, pelabuhan, jembatan mewah dan megah, kalau fakir miskin terlupakan, itu tidak ada keberhasilan,” lanjutnya.

Untuk menekan angka kemiskinan, Andi Sudirman menyebut salah satu kuncinya adalah pendidikan. Perusahaan itu selalu mencari orang yang berpotensi.

Sebelumnya Kepala Badan Pusat Statistik Sulsel Fahruddin merilis jumlah penduduk miskin di Sulsel sebanyak 792,63 ribi jiwa. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 20,44 pada Maret 2017.

Leave a Reply