Dipimpin Danny Pomanto, Fogging Perangi DBD di Makassar

93
Bagikan via
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto saat memimpin fogging di Kampung Buyang Kec.Mariso, Senin (4/02/2019). Dok.Humas

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memimpin langsung pelaksanaan fogging di Kelurahan Kampung Buyang Kecamaran Mariso, Senin (4/02/2019).

Kegiatan ini sebagai upaya pencegahan penyakit Demam Berdarah Dongue (DBD) yang marak dijumpai di musim penghujan.

Fogging DBD yang di pusatkan di RW 04 Kelurahan Kampung Buyang, Mariso berlangsung pada pukul 08.00 pagi. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan pencanangan fogging serentak dalam Wilayah Kota Makassar.

Meskipun masih dalam status Aman, Danny tetap mengimbau kepada warga dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama pemerintah berperan aktif dalam mencegah penyebaran Nyamuk Aedes Aegypti di lingkungan masing-masing.

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto langsung turun tangan melakukan fogging di Kampung Buyang. Dok.Humas

Betapa tidak, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Makassar, penderita DBD selama Januari 2019 sebanyak 21 orang. Sementara suspek (dicurigai) DBD telah mencapai 77 orang dan tengah dirawat di rumah sakit.

“Kepada seluruh warga dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama pemerintah berperan aktif mencegah penyebaran nyamuk Aedes Aegypti ini di lingkungan kita masing-masing” imbau Danny.

Selain melakukan fogging, Danny juga menyerahkan bubuk abate untuk mencegah penyebaran penyakit DBD, disertai brosur bahan edukasi kepada warga.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Dr Naisyah Tun Azikin menyebutkan, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Sehingga untuk memerangi kasus DBD, beberapa upaya perlu dilakukan untuk pemberantasan saran nyamuk yang dimulai dari tatanan rumah tangga.

Ramdhan Pomanto saat memberikan bubuk abate di Kampung Buyang. Dok.Humas

Salah satunya dengan melakukan 4M plus, yakni menguras bak mandi sekali sepekan, menutup penampungan air, memilah sampah dan memantau tempat kembang biak jentik di lingkungan sekitar.

Terlebih, nyamuk Aides Aigepty ini berkembang biak di genangan air yang bersih dengan siklus perkembangan selama sepekan. Ketika menetas, nyamuk jenis ini akan melekat di dinding-dinding bak.

“Makanya diberi bubuk abate, dan ketika bak ini rutin dikuras-disikat, pasti akan membunuh jentiknya dan mematikan rantai siklusnya. Jadi semua tempat penampungan air harus ditutup semua,” jelas Naisyah.

Ramdhan Pomanto bersama petugas fogging di Kampung Buyang. Dok.Humas

Menurut Naisyah, ketika fase ini bisa dilakukan dengan baik, maka siklus perkembangan nyamuk Aides Aigepty bisa dimusnahkan. “Semua fase ini harus dilakukan, bukan hanya fogging,” tandasnya.

Selain Dr Naisyah, Wali Kota Makassar turut didampingi Camat Mariso Juliaman, Lurah se Kecamatan Mariso, tokoh masyarakat serta kader kesehatan yang ada dalam Wilayah Kelurahan Kampung Buyang.

Penulis: Nur Suhra Wardyah

Leave a Reply