Sedang Umrah? Yuk, Tetap Jaga Lisan!

93
Bagikan via

Oleh: INDRAWATI

Sebuah pepatah mengatakan, “Memang lidah tak bertulang”. Ada pula pepatah lain yang mengatakan, “Lidah bisa lebih tajam dari pedang”. Itulah lidah, meski tak bertulang, tajamnya bisa melebihi pedang.

Bagi orang beriman, lidah bisa menjadi sumber kebaikan dan menjadi sumber fitnah yang bisa mendatangkan bencana bagi yang tidak beriman.

Fudhail bin Iyadh mengatakan, “Tidak ada haji, berjuang, dan jihad yang paling berat daripada menahan lisan.” Begitu pula dalam pelaksanaan haji, banyak kesakralan dan kesucian ritual haji yang terkotori oleh kata-kata kasar, kalimat cacian, dan perdebatan kusir. Padahal, haji adalah ibadah yang memiliki jutaan dimensi. Bahkan lewat cara berbicara, kemabruran haji dapat terukur.

Adanya berbagai mitos terkait kehati-hatian jamaah haji dan umrah saat berbicara di Tanah Haram membuat penceramah sekaligus dosen di Universitas Gajah Mada, Ustad Wijayanto angkat bicara. Menurutnya, menjaga ucapan tidak hanya berlaku di Tanah Haram melainkan dimanapun Anda berada.

“Bukan hanya di Tanah Haram, dimanapun kita berada tidak boleh sembarangan berucap kata kasar, gosip, ghibah, dan kata-kata kasar lainnya yang akan menyakiti dan menghina orang lain, sebab Allah tidak menyukainya,” ungkap pria lulusan Master Sosiologi Universitas Islam Internasional Islamabad ini.

Gunakan Kalimat Baik

1. Perkataan yang baik

Dari Ibnu Masud ra., Rasulullah bersabda, “Hendaknya kalian berkata jujur, sebab kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan membawa ke dalam Surga. Bila seorang berkata jujur dan selalu menjaga kejujuran, ia pasti akan ditulis di sisi Allah sebagai siddiq (orang jujur). Hendaknya kalian juga menghindari berkata bohong, sebab kebohongan dapat membawa kepada kejahatan dan kejahatan dapat membawa kalian masuk ke dalam neraka. Bila seseorang berbohong dan selalu melakukan kebohongan, ia pasti akan ditulis di sisi Allah sebagai pembohong.” Rasulullah bersabda pula, “Kalimat yang baik itu sedekah.”

2. Bergurau sekadarnya

Umar bin Abdul Aziz berkata, “Bertakwalah kepada Allah dan jauhilah senda-gurau, sebab senda-gurau bisa menimbulkan dendam dan membawa kepada kejelekan. Berbicaralah dengan Alqur’an dan berbincang-bincanglah tentangnya. Jika itu terasa berat bagimu, maka dengan pembicaraan yang baik dan serius saja.”

3.Tidak melakukan ghibah

Rasulullah bertanya kepada para sahabat, “Tahukah kalian apa ghibah itu?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Rasulullah kemudian bersabda, “Kamu menyebut saudaramu dengan apa yang tidak disukai.” Lalu salah seorang sahabat bertanya, “Bagaimana pendapatmu jika apa yang kusebutkan itu benar?” Maka Rasulullah bersabda, “Jika apa yang kamu katakan itu benar, maka kamu telah mengghibahnya, jika kamu tidak benar maka kamu telah menfitnahnya.”

4. Jangan mengeluh apalagi melaknat

“Bukanlah seorang Muslim yang suka mencaci, melaknat, berkata cabul, dan berbicara tidak sopan.” (HR At Tirmidzi).

*Berbagai Sumber

Leave a Reply