Lagi, Penderita DBD Makassar Terus Bertambah

159
Bagikan via

MAKASSAR — Dinas Kesehatan Kota Makassar merilis penderita Demam Berdarah Dongue (DBD) Makassar mencapai 22 orang selama sebulan terakhir, Januari 2019.

“Kemarin per 29 Januari penderita mencapai 18 orang, dan 31 Januari ini meningkat jadi 22 orang,” ungkap bagian Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Makassar, Dr Hadarati, Jumat.

Menanggapi hal ini, Dinkes Makassar gencar melakukan penanggulangan DBD, salah satunya menurunkan tim 10 yang memantau 52 rumas sakit se Kota Makassar.

Tidak sampai di situ, Dinas Kesehatan juga mengintensifkan promosi kesehatan melalui 46 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di Makassar.

Penyuluhan demi penyuluhan telah dan sedang dilakukan, utamanya gerakan 4M, menimbun barang bekas, menguras dan menutup tempat penampungan air, serta memantau keberadaan jentik.

Selain itu, pihak puskesmas juga menyediakan bubuk abate untuk penampungan air masyarakat. “Tapi ini kan tidak bisa juga semua kita kasi, pasti harus melihat kondisi rumah tangga warga. Selain itu, pupuk abate kan terbatas, karena bisa jadi jentik itu berada di genangan air di luar rumah,” ungkap Hadarati.

Olehnya, pihak Dinas Kesehatan juga melakukan Foging Focus ke beberapa titik rawan DBD, utamanya daerah terdampak banjir yang cukup parah tempo hari, seperti di Kecamatan Manggala, Biringkanaya dan Tamalate.

“Fogging focus kan hanya membunuh nyamuk dewasa jadi harus memberantas jentiknya. Karena setelah di fogging 5-7 hari, jentik ini akan kembali dewasa,” paparnya.

Olehnya, Dr Hadarati mengharapkan program Jumantik (Juru Pemantau Jentik) yang mengawal kasus DBD di Indonesia bisa lebih maksimal. Pasalnya, program tersebut berasal dari anggota rumah tangga sendiri yang akan memantau keberadaan jentik nyamuk Aedes Aegypti.

 

Penulis: Nur Suhra Wardyah

Leave a Reply