Kiswah, Kelambu Kabah yang Megah

121
Bagikan via

Kiswah. Inilah kain kelambu yang senantiasa menyelimuti Kabah. Kiswah tampil dengan hiasan kaligrafi indah di sekelilingnya. Kaligrafi yang terbuat dari benang emas dan perak itu memuat nama dan sifat Allah, juga ayat-ayat pilihan dalam Alquran yang berkaitan dengan ibadah haji dan kisah manusia sejak zaman Nabi Adam AS, Ibrahim AS, Ismail AS, hingga Muhammad SAW.
Hiasan itu membuat kelambu Kabah terlihat indah dan megah.

Kabah merupakan salah satu bagian Kabah yang memiliki sejarah sendiri. Kiswah adalah penutup Kabah yang terbuat dari bahan sutera murni yang dicelup dengan pewarna hitam. Kain ini terdiri dari lima potong, empat potong untuk ke empat sisi Kabah, dan satu lagi untuk menutupi pintunya. Sepertiga bagian atas bertuliskan ayat-ayat Alqur’an.

Mengacu pada fungsinya, di samping memperindah Kabah, penggunaan Kiswah bertujuan melindungi dinding Kabah dari kotoran, debu, serta panas yang dapat membuatnya menjadi rusak. Allah T’ala berfirman:

“Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: ‘Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang i’tikaf, yang ruku’, dan yang sujud.” (QS Al Baqarah: 125 ).

Nabi Ismail AS adalah orang yang pertama kali menutupi Kabah dengan kain. Ada pula yang berpendapat bahwa orang yang mula-mula melakukannya adalah penguasa Yaman, As’ad al-Humairi (220 SM). Tetapi disebutkan pula orang yang pertama menutup Kabah dengan kain adalah Adnan bin Udd.

Di masa Qushay bin Kilab, mereka mewajibkan bangsanya mengumpulkan sejumlah harta untuk mengganti Kiswah setiap tahun. Di antara mereka adalah Abu Rabi’ah al Mughirah, seorang yang kaya raya, menyanggupi untuk menanggung biaya pembuatannya.

Kemudian bangsa Quraisy menanggung untuk tahun berikutnya. Hal ini ia lakukan hingga wafatnya. Mereka mengganti kain Kiswah setiap bulan ‘Asyura.

Kiswah Masa Rasulullah

Pasca pembebasan Kota Makkah (Fathu Makkah), Rasulullah menggunakan Kiswah Kabah yang berasal dari negeri Yaman. Hal ini tampaknya berlanjut hingga masa kekhalifahan Abu Bakar AS.

Di zaman Umar bin Khattab dan Ustman bin Affan, Kiswah diproduksi dari negeri Qibty Mesir, tepatnya Provinsi Fayyum, yang dikenal dengan seni khat-nya. Di masa tersebut, penggantian Kiswah Kabah terjadi pada bulan Ramadhan.

Pada masa Bani Umayyah, Kiswah Kabah diganti dua kali dalam setahun, yakni pada bulan Asyura dan akhir Ramadhan. Ternyata, warna Kiswah Kabah tidak selalu berwarna hitam. Pada zaman Fatimiyin Kiswah pernah berwarna putih.

Pada zaman Bani Abbasiyah, Kiswah Kabah diganti tiga kali dalam setahun, warnanya merah dan putih. Kemudian di zaman al-Ma’mun, penggantian Kiswah tiga kali dalam setahun, yakni di Hari Tarwiyah menggunakan Kiswah berwarna putih. Pergantian warna penutup Kabah ini berlanjut di zaman Muhammad Subuktain dengan Kiswah berwarna kuning, zaman An Nasir Lidinillah al Abbasy Kiswah berwarna hijau. Setelah itu Kiswah Kabah kembali ke warna hitam hingga saat ini.

*Indrawati/Berbagai Sumber

Leave a Reply