Akhir 2018, Aset Industri Jasa Keuangan Sulsel Rp164, 4 Triliun

67
Bagikan via
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memberikan arahan pada rapat kordinasi OJK dan Industri keuangan, Selasa (29/1/2019)/humasprov

MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan pada total aset industri jasa keuangan di Sulawesi Selatan pada akhir tahun 2018 mencapai Rp164,4 triliun, tumbuh 6,4 persen, sedangkan kredit industri jasa keuangan mencapai Rp138,5 triliun, tumbuh 4,7 persen.

Pertumbuhan industri jasa keuangan ditopang oleh pertumbuhan sektor perbankan dengan total aset mencapai Rp145,1 trilliun, tumbuh 6,29 persen. Dana Pihak Ketiga tumbuh 6,20 persen menjadi Rp95,2 triliun, dan kredit tumbuh 4,3 persen menjadi Rp120,2 trilliun.

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah menyampaikan pada kesempatan untuk mendukung hal tersebut, yakni pertumbuhan ekonomi dan keuangan yang terjaga maka perlu didukung dengan hadirnya infrastruktur yang mendukung. Selain terciptanya kondisi politik dan keamanan yang stabil.

“Saya kira ini momentum yang sangat baik apa yang disampaikan OJK bahwa kita tumbuh positif dan ini harus kita jaga. Ini stabilitas politik dan keamanan juga, apalagi kita akan pileg dan pilpres,” katanya saat rapat dengan OJK di Hotel Claro, Selasa (29/1/2019).

Dalam periodenya sendiri, Nurdin akan fokus menghadirkan pembangunan infrastuktur. Karena hadirnya infrastuktur sangat erat dengan menciptakan pertumbuhan ekonomi. “Kita jangan bicara pertumbuhan ekonomi kalau pertumbuhan infrastruktur kita minim,” sebutnya.

Lanjutnya,  terkait hal ini dia telah sampaikan ke Presiden Jokowi, untuk mencari dukungan investasi. Sulsel sebagai lumbung pangan maka perlu didukung pembangun infrastruktur untuk penyaluran logistik. Ini juga akan menyebabkan pendistribusian kesejahteraan akan merata.  “Kalau kita sudah bisa menghadirkan layanan transportasi nyaman. Kita tidak perlu lagi bicara gini rasio,” ujarnya.

Pihaknya juga menyebutkan,  dalam beberapa tahun ke depan Makassar New Port (MNP) akan diselesaikan pembangunanya. Direct call ini harus dipersiapkan dengan baik,  karena perhatian dan pertumbuhan sudah mengarah ke timur.

“Port yang lama akan kita jadikan Port Marina. Akan kita jadikan Industri pariwisata.  Kapal hanya delapan jam, nanti boleh masuk minimal tiga hari. Nanti kita buatkan paket wisata,” ujar NA.

Hal lainnya yang mendukung adalah hadirnya bandara, rest area dan rumah sakit regional di beberapa daerah.(*)

Leave a Reply