Muslimah, Jangan Tunda Mandi Wajib Pasca Masa Haid

145
Bagikan via

Agama Islam sangat menekankan kebersihan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surah Al Baqarah ayat 222: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan atau membersihkan diri.”

Begitu pun saat seorang Muslim ingin melaksanakan shalat, ia harus berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil. Hal yang berbeda dengan junub, selesai haid dan nifas, seorang Muslim diwajibkan mandi wajib sebelum melakukan ibadah. Mandi Junub atau mandi wajib adalah mandi yang berguna membersihkan diri yang telah mimpi basah, setelah berhubungan suami istri, keluarnya air mani atau sperma meski tidak dalam keadaan bersenggama yang dikenal dengan istilah onani, haid (bagi wanita), nifas, wiladah, mati, serta seorang kafir yang masuk Islam.

Rasulullah Shalallahu Alahi Wasallam menyebutkan tata cara mandi haid dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, dari Aisyah Radiallahu Anha bahwa Asma binti Syakal Radhiallahu Anha bertanya kepada Rasulullah tentang mandi haid. Nabi Shalallahu Alahi Wasallam bersabda:

“Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan sidrahnya (daun pohon bidara, atau bahan pengganti seperti sabun), kemudian ia bersuci dan memperbaiki cara bersucinya. Setelah itu, dia menuangkan air di atas kepalanya lalu menggosok dengan kuat sehingga air sampai pada kulit kepalanya. Kemudian dia menyiramkan air ke seluruh badannya, lalu mengambil sepotong kain atau kapas yang diberi minyak wangi kasturi dan bersuci dengannya.”

Asma Radiallahu Anha berkata: “Bagaimana aku bersuci dengannya?” Rasulullah Shalallahu Alahi Wasallam bersabda: “Maha Suci Allah.” Aisyah berkata kepada Asma, “Engkau mengikuti (mengusap) bekas darah (dengan kain/kapas itu).”

Haid adalah salah satu najis yang menghalangi wanita melaksanakan ibadah shalat dan puasa. Sehingga diwajibkan setelah selesai haid harus bersuci, dengan sebutan mandi haid. Karena terkadang Muslimah menyepelekan permasalahan mandi wajib setelah haid. Dalam pelaksanaan mandi wajib stelah haid harus diperhatikan niat dan tata caranya, khususnya sebelum melakukan shalat.

Allah Ta’ala telah memberikan kenikmatan kepada wanita dengan keberadaan haid. Haid merupakan suatu tanda bagi wanita tentang adanya kemampuan mempunyai keturunan. Oleh karenanya, wajib bagi Muslimah untuk mengetahui hukum berkaitan dengan haid, salah satunya ialah mandi wajib.

Rasulullah Shalallahu Alahi Wasallam bersabda,” Jika telah tiba masa haidmu maka tinggalkan shalat, dan bila selesai masa haidmu maka mandilah kemudian shalatlah.” (HR Bukhari).

Banyak Muslimah yang ketika masa haidnya telah berakhir menunda untuk mandi suci, tanpa ada udzur yang syar’i. Alasan menunda mandi wajib ini biasanya belum mau melaksanakan ibadah shalat dengan alasan bahwa mereka belum mandi suci. Oleh karena itu, wanita harus mengetahui akhir masa haidnya.

Akhir masa haid wanita dapat ditentukan dengan dua cara, yaitu ketika darah haid telah berhenti. Tandanya jika kapas dimasukkan ke dalam tempat keluarnya darah setelah dikeluarkan tetap dalam kondisi kering, tidak ada darah yang melekat di kapas. Kedua, ketika telah terlihat atau keluar lendir putih agak keruh. Pada saat itu wanita diwajibkan segera mandi dan mengerjakan shalat jika telah masuk waktu shalat.

Adab Bersuci

1. Berdoa sebelum masuk kamar kecil
2. Diawali niat dan basmallah
3. Bersihkan telapak tangan 3 kali
4. Cuci kemaluan dengan tangan kiri
5. Berwudhu
6. Menyela-nyela rambut secara merata dan menyiram kepala
7. Menuangkan air ke kepala sebanyak tiga kali
8. Meratakan air ke seluruh tubuh

*Indrawati/Berbagai Sumber

Leave a Reply