Dampak Bencana Alam di 10 Kabupaten

86
Bagikan via

 

MAKASSAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel melalui Crisis Media Center di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan merilis data terbaru terkait bencana banjir di Sulsel.

Data tersebut di keluarkan per 23 Januari 2019, pukul 21:30 Wita. Data ini juga merupakan rangkuman dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel dan Dinas Pertanian Sulsel.

Total korban terdampak kepada 3.914 kepala keluarga (KK) atau 5.825 jiwa, korban hilang 24 orang, meninggal 18 orang, sakit 46 orang, dan mengungsi 3.321 orang.

Adapun total kerusakan, rumah rusak ringan sebanyak 25, rumah rusak sedang dua rumah rusak berat 12, rumah terendam : 2.024, rumah hanyut 32, rumah tertimbun lima , tempat ibadah enam unit, fasilitas pemerintah tiga unit, pasar 2, jembatan sembilan, jalan 10.700 meter, sawah 30.930 hektare dan sekolah 12 unit.

Untuk Kabupaten Gowa jenis bencana banjir dan longsor. Dengan data korban hilang 20 orang, meninggal 12 orang, sakit 45 orang, mengungsi 2121 Jiwa. Sementara untuk kerusakan terendam empat rumah Kel/Desa Lonjoboko, tertimbun lima rumah Kel/Desa Bilanrengi dan Jembatan satu di Moncongloe. Sawah di delapan kecamatan 16.393 Hektare.

Kota Makassar dengan jenis bencana banjir, korban kepala keluarga terdampak 2.500 KK dengan 2.942 jiwa, jumlah
mengungsi 1000 Jiwa, dan kerusakan terjadi 477 rumah terendam banjir.

Kabupaten Soppeng dengan jenis bencana banjir dengan kerusakan sawah 1,672,00 Hektare.

Kabupaten Jeneponto dengan jenis bencana banjir. Korban hilang 3 orang, meninggal dua orang. Rumah rusak berat 19 unit dan kerusakan dengan 32 rumah hanyut.

Kabupaten Barru menimbulkan
Kerusakan, satu pasar di Kelurahan, Desa Lalabata, satu fasilitas pemerintah di Kelurahan, Desa Lompo Tengah dan satu sekolah Kelurahan, Desa Lompo Tengah.

Kabupaten Wajo dengan jenis bencana berupa banjir dan angin kencang terdampak pada 994 kepala keluarga atau 1.682 Jiwa. Kerusakan yang ditimbulkan, 360 rumah terendam air di Kelurahan, Desa Walanae, 161 rumah di Kelurahan, Desa Salotengae, 50 rumah di Kelurahan, Desa di Liu, 157 rumah di Desa Woronge, 225 rumah Kelurahan/Desa Palumae, 85 rumah di Desa Ugi, 90 Rumah di Malluselo.

Jalan sepanjang 100 meter di Kelurahan/Desa Salo Tengah terendam banjir, jalan 150 meter di Kelurahan/Desa Liu, Jalan 4.500 meter Kelurahan/Desa Pallimae, Jalan 2.500 meter Desa Ugi.

Serta kerusakan 2 tempat ibadah di Kelurahan, Desa Pallimae, satu tempat ibadah di Desa Woronge, satu tempat ibadah di Desa Salotengah, dua fasilitas pemerintah masing-masing Salotengah dan Woronge, enam jembatan di Kelurahan/Desa Pallimae, satu jembatan di Desa Woronge, satu jembatan di Desa Ugi.

Selain itu, 280 Ha sawah terendam Kelurahan/Desa Pallimae, 302 Ha sawah terendam banjir di Desa Ugi, 10 Ha sawah terendam banjir di Desa Malluselo. Empat sekolah terendam banjir di Kelurahan/Desa Pallimae, tiga sekolah di Desa Sallutengah, satu sekolah di Woronge dan empat sekolah di Pallimae.

Kabupaten Maros dengan jenis bencana banjir. Meninggal empat orang dan terdampak pada 400 kepala keluarga atau 1200 Jiwa. Mengungungsi 200 Jiwa. Untuk kerusakan, 400 rumah terendam, satu tempat ibadah di Kelurahan/Desa Moncongloe. Sawah di delapan Kecamatan 12.273 hektar.

Kabupaten Bantaeng dengan jenis bencana angin kencang dengan kerusakan rumah rusak sedang satu.

Kabupaten Sidrap dengan jenis bencana angin kencang berdampak pada korban satu kepala keluarga dengan satu rumah rusak sedang

Sementara itu, Kabupaten Pangkep
dengan jenis bencana banjir dan angin kencang dengan dampak hilang 1 Orang, sakit 1 Orang, rumah rusak berat 1 dan rusak ringan 12 rumah, 15 rumah terendam, satu tempat ibadah dan
Satu (1) sekolah (kerugian sekira Rp36.500.000). (Rls)

Andi Amriani

Leave a Reply