Rindu Baitullah, Syekh Rasyid Mimpi Bertemu Rasulullah

35
Bagikan via

 

Kerinduan untuk melihat Kabah ternyata tak hanya dialami oleh orang dewasa. Bahkan, bocah kecil seperti Muhammad Gilang Sapra Prima atau yang lebih dikenal dengan Syekh Abdul Rasyid sangat rindu ke Baitullah.

Bocah ajaib yang mampu melantunkan 15 irama imam besar dunia ini ternyata telah lama meminta kepada ibundanya untuk melaksanakan ibadah haji, namun karena kondisi ekonomi yang belum cukup, sehingga ia meminta Rasyid untuk bersabar.

Namun karena tidak mampu bersabar, akhirnya pada usia empat tahun, Rasyid menunjukkan keanehan di luar kewajaran. Ia menyusun puzzle berbentuk Kabah sambil mengumandangkan talbiyah. Melihat tingkah anehnya, Yulia Sopiani yang merupakan ibunda Rasyid menjadi bingung, sebab tak sedikit yang mengatakan bahwa bocah tersebut sudah kesurupan.

Melihat perilaku buah hatinya yang menghafal Alqur’an di depan Kabah buatannya, Yulia sangat sedih dimana orang-orang selalu mengatakan anaknya adalah bocah yang tidak waras.

Di tahun 2012, keinginan Rasyid untuk mengunjungi Baitullah terkabul setelah ibundanya menjual sebidang tanah. Dengan nada terharu Yulia memanggil Rasyid yang pada saat itu sedang menghafal Alqur’an. “Nak kemarilah. Sebentar lagi Rasyid akan tawaf dan mengaji di Kabah yang asli nak,” kenangnya, beberapa waktu lalu di Hotel Raising, Makassar.

Saking bahagianya, Rasyid membopong Kabah buatannya dan langsung memeluk sang bunda. Hampir tiap hari pertanyaan, “Kapan ke Makkah,” menjadi rutinitas calon imam besar Makkah ini. Alhamdulillah di tahun 2012 Rasyid dan ibundanya menuju Baitullah untuk melaksanakan umrah.

Keberangkatannya ke Tanah Suci menjadikan sosok Gilang berani mengganti nama menjadi Abdul Rasyid, yang artinya pintar. Sebelumnya, belia yang pernah dicium tangannya oleh Syeikh Ali Jaber ini menceritakan pertemuannya dengan Rasulullah.

“Rasyid cerita sama ummi kalau dia bertemu Rasulullah dan dia diperintahkan ke Baitullah,” tutur Yulia.

Kisah itulah yang akhirnya membuat Yulia berani menjual lahan tanahnya. “Ummi tidak pernah menyesal menjual harta pusaka satu-satunya agar Rasyid bisa berangkat umrah,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Setelah umrah, Rasyid menyadarkan sang ibunda akan indahnya Islam hingga ia pun memutuskan untuk memakai hijab. “Jika biasanya anak berasal dari baground orangtuanya, hal itu berbeda dari Rasyid. Rasyid ajarkan saya Islam hingga menemukan jodoh untuk saya,” katanya.

Keutamaan Berhaji

Kisah cilik, Syekh Abdul Rasyid adalah segelintir cerita dari anak perindu Baitullah. Walaupun baru mampu melaksanakan ibadah umrah, namun Yulia tidak menafikkan keutamaan saat seseorang melaksanakan ibadah haji. Berikut beberapa keutamaannya:

1. Haji merupakan amalan paling afdhol
Abu Hurairah berkata, Rasulullah ditanya,”Amalan apa yang paling afdhol?” Nabi menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Nabi menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR Bukhari).

2. Beribadah haji balasannya Surga
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain Surga.” (HR Bukhari dan Muslim).

3. Haji termasuk jihad. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata, “Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur,” jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR Bukhari).

4. Haji hapus kesalahan dan dosa
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda, “Siapa yang berhaji ke Kabah lalu tidak berkata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR Bukhari).

5. Haji hilangkan kefakiran dan dosa
Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah bersabda, “Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali Surga.” (HR An Nasai, Tirmidzi, Ahmad).

6. Orang berhaji adalah tamu Allah
Dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah bersabda, “Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumrah adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri.” (HR Ibnu Majah).

*Indrawati

Leave a Reply