Jamaah AT Berang, Pembacaan Tuntutan Ditunda

86
Bagikan via

Makassar–Ratusan jamaah dan agen serta mitra Travel Umroh PT Amanah Bersama Umat ( Abu Tour) memadati ruang sidang utama, Pengadilan Negeri I Makassar.

Mereka datang sejak pukul 13.00 wita untuk mendengarkan langsung pembacaan tuntutan Owner Abu Tour Hamzah Mamba, tersangka kasus penipuan dan penggelapan uang jamaah senilai Rp1,6 triliun.

Jamaah dari berbagai daerah sejak beberapa hari sebelumnya sudah mempersiapkan diri untuk hadir langsung pada pembacaan tuntutan tersebut.

Namun, hingga pukul 17.00 wita sidang baru dimulai. Hakim Ketua Denni Lumbang Tobing, didampingi dua orang anggota, pun membuka sidang. Di sebelah kiri duduk dua orang pengacara Hamzah Mamba, dan di sebelah kanan tepat depan hakim duduk Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Hamzah Mamba, duduk di kursi terdakwa menggunakan pakaian putih, rompi merah dan memakai kopia. Penampilannya tentu saja berbeda dari gaya glamournya ketika menjadi Owner.

Sebelum sidang dimulai, sejumlah agen terlihat sangat emosi ketika melihat Hamzah Mamba. “Gantung Penipu, hukum mati saja Pak hakim,” teriak jamaah.

Hakim ketua yang dipimpin Denny pun meminta jamaah dan agen untuk tenang mendengarkan jalannya sidang. Ketika hakim mempersilahkan JPU membacakan tuntutannya.

JPU meminta kepada Hakim untuk menunda persidangan karena belum mempersiapkan kelengkapannya. Mendengar hal itu, serentak jamaah teriak. “Huuuuuu..sudah buang-buang waktu kita kesini tapi ditunda lagi, payah. Dari siang sampai malam kita menunggu di ruangan ini,” teriak salah satu jamaah yang tinggal di Antang.

Bukan hanya jamaah, Hakim Ketua Denny juga mengatakan, kenapa ditunda lagi. Ini sidang yang paling lama. Sudah dijadwalkan seminggu dua kali persidangan Abutour.

“Kita sudah hadirkan 30 saksi, selama sidang dua kali seminggu. Ini pembacaan tuntutan dutunda lagi. Saya harap kita tundanya besok saja jam 9,”

Hakim meminta JPU menyiapkan untuk sidang pembacaan tuntutan besok sebelum shalat jumat. Jaksa pun menyangkupi.

Sekedar diketahui Hamzah Mamba ditahan karena tidak memberangkatkan 96 ribu jamaah Umroh sejak Oktober 2017. Namun pada bulan Januari 2018 ayah tiga orang anak ini kembali memberangkatkan sekitar 200 orang jamaahnya.

Namun pada bulan-bulan berikutnya terungkap masih ada jamaah yang seharusnya berangkat 2017 tapi belum diberangkatkan. Akhirnya pendiri Pesantren Al Ihram Gowa inipun di tahan pada Jumat ( 20/3/2018) dengan kasus penipuan dan penggelapan uang jamaah.

Sebanyak 96 ribu jamaah umrah yang tersebar dibeberapa cabang di Indonesia pun mulai mengadu diantaranya dari Jakarta, Semarang, Surabaya, Palembang, Jakarta dan Jawa Barat mereka datang ke Makasaar untuk melaporkan kerugiannya ke Polda Sulselbar.

Sejak saat itu, semua aset milik Abutour disita. Mulai dari kantor, restauran, pesantren, satu rumah mewah, kendaraan yang dipakai pada perusahaan, dan kendaraan pribadinya.

Selain Hamzah Mamba, turut ditahan dengan kasus yang sama yakni pencucian uang, istri tercinta CEO PT Amanah Bersama Ummat Nur Syariah, Muhammad Kasim dan Komisaris Abutour.

Dari penjelasan sang istri Ria saat sidang Rabu ( 16/1/2019) didepan hakim ia membeberkan latar belakang suaminya yang awalnya pelayan piza di Makassar, kemudian membeli gerobak dan berjualan di pantai losari tahun 2003. Tiga tahub berikutnya merantau ke Jakarta menjual es teler di Cilandak.

Di Jakarta inilah ia berhasil mengembangkan usahanya hingga membuka cabang dan membangun rumah makan di Yogyakarta. Tahun 2012 ia dan suaminya berangkat umrah. Sepulang dari tanah suci itulah ia dan suaminya mengembangkan bisnis di dunia travel diajak teman menjadi agen, yang akhirnya berkembang pesat.

Tahun 2013 jamaah Abutour dengan sistem yang dijalankan Hamzah Mamba membludak. Tiap bulan ia memberangkatan jamaah 1000 hingga 2000 sebulan. Dengan cara menjual harga promo Rp15 juta, ia berhasil menggaet jamaah. Namun, siapa menyangka harga promo itupula yang membuatnya jatuh di akhir 2017. *Andi Amriani

Leave a Reply