Sukses Bersama, Ini Cara Kembangkan Potensi Anggota Keluarga!

84
Bagikan via

Rumah tangga merupakan tempat kita untuk melakukan aktifitas dakwah. Dan tugas dakwah meliputi banyak hal. Sehingga sangat wajar jika dalam dakwah ditemukan berbagai rintangan termasuk adanya musuh dakwah. Tentu hal tersebut akan menjadi tantangan tersendiri bagi setiap keluarga.

Oleh karena itu, jika peran dakwah hanya dilakukan oleh laki-laki (suami) saja, maka tujuan dakwah tidak akan kuat. Sehingga diperlukan banyak tenaga dengan memanfaatkan potensi harus anak maupun juga perempuan (istri).

Dalam membangun keluarga impian, suami dari penulis novel terkenal Asma Nadia ini memiliki prinsip yang sejak awal pernikahan telah dibangun. Bahwa setiap orang harus dikembangkan potensinya.

“Saya banyak menemukan kasus, dimana seorang suami bangga pada istrinya dikarenakan istrinya pandai mengurus segala urusan rumah tangga. Baginya, itulah contoh istri yang taat pada suami. Namun bagi saya, itu suami yang benar-benar mematikan potensi istri, dan saya melihat hal demikian itu negatif” ungkap Isa Alamsyah, belum lama ini.

Baginya setiap orang punya potensi dan potensi-potensi itu harus dikembangkan. Begitu juga dengan potensi yang dimiliki istri dan anak-anak, harus dikembangkan.

“Kalau potensi istri dimatikan, untuk apa cari yang sarjana, cari aja yang tamatan SD, SMP atau SMA toh hanya untuk menyuci, menyiapkan makanan dan setia di rumah,” terangnya.

Kunci untuk membangun potensi kelurga, kata bapak dari Eva Maria Putri Salsabila dan Adam Putra ini, sebagai pemimpin rumah tangga seorang bapak tidak harus melakukan segala hal secara sendiri. Jika bisa dilakukan oleh istri dan anak maka libatkan mereka, kolaborasi, dan bermitralah dengan istri dan anak-anak dalam mencapai cita-cita keluarga.

Ia pun menambahkan, yang terpenting bagi bapak dua anak ini adalah bagaimana menciptakan suasana yang nyaman untuk istri dan anak-anak. Rumah tangga yang nyaman akan membuat suasana dan perasaan semua anggota keluarga bahagia dan betah di rumha. Sehingga walaupun sang istri sering keluar kota, menghadiri banyak acara, tapi karena terbiasa dengan kenyamanan di rumah maka dia tidak akan mau menginap di luar rumah.

“Kalo dia (Ibu Asma Nadia) ngisi acara di Medan, malam itu juga akan pulang. Dia lebih nyaman tidur di rumah, jadi tetap ketemu anak-anak,” ujarnya.

*Indrawati

Leave a Reply