Nikah di Jakarta, Putra Gubernur Sulsel Gunakan Pakaian Adat Bugis Makassar

396
Bagikan via
Gubernur Sulsel Nudin Abdullah bersama putranya Uji sebelum akad nikah/foto.dok humasprov

JAKARTA – Meskipun menikah di Jakarta putra Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah tetap menggunakan pakaian adat Bugis Makassar. Fauzi Nurdin (Uji) menggunakan pakaian adat warna hijau, dipadukan dengan perhiasan keemasan seperti gelang, rante sembang, salempang, kalung, sapu tangan (passapu ambara), dan keris berbentuk ular naga. Sementara mempelai wanita Gunya Paramasukha Putri menggunakan baju bodo juga warna hijau.

Sebelum akd nikah, acara dimulai dengan pembacaan lantunan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah oleh qori internasional Mustofa Wongsodikromo.

Kemudian MC menyerahkan acara ke penghulu, untuk prosesi selanjutnya yakni akad nikah, dengan pengecekan data ijab oleh wali nikah dan kabul oleh calon pengantin pria.

Pasangan ini telah resmi dan sah menjadi suami-istri setelah, wali nikah membacakan ijab dan setelah calon pengantin pria mengucapkan atau melafalkan kabul. Serta saksi yang melakukan persaksian dan mendengar akad pernikahan, yaitu ijab dan mendengar qabul.

Adapun yang bertindak sebagai penghulu adalah Penghulu KUA Kecamatan Tebet Muhammad Zuhri, Saksi nikah dari calon pengantin pria (CPP) MenpanRB Syafruddin. Saksi nikah dari calon pengantin wanita (CPW) Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan wali nikah ayah Gunya Joedardono.

Pernikahan putra Gubernur Sulsel/foto.dok humasprov

Uji memberikan mas kawin dan cincin kawin berupa 34,16 gram, uang tunai 88 Riyal dan seperangkat alat shalat.

Selanjutnya, penandatangan berkas pencatatan nikah, pengantin pria menuju kamar pengantin wanita didampingi wakil keluarga untuk melakukan ketok pintu atau acara mappasikarawa diiringi gendang paturung.

Uji dan Gunya kemudian kembali masuk keruangan akad nikah, mereka berdua berjalan, uji terlihat begitu gagah dan berwibawa dalam balutan baju adat berwarna hijau, emas dan putih. Demikian juga dengan Gunya terlihat sangat cantik menggunakan pakaian adat Bugis Makassar.

Selanjutnya mereka melakukan sungkeman kepada kedua orang tua pengantin. Acara sungkeman diwarnai suasana haru karena ibu dari mempelai wanita telah meninggal.

 

“Semoga Allah SWT merhidoi Uji dan Gunya menapaki bahtera rumah tangga,” kata Liestiatya F Nurdin.

Untuk nasehat perkawinan dan doa dibawakan oleh Nasaruddin Umar. Dalam nasehatnya, menyampaikan keutamaan menjadi seorang istri dan ibu serta bagaimana mendidik anak.

“Membesarkan anak dalam zona nyaman, itu akan membuat panik jika terjadi kesulitan di masyarakat,” jelas Nasaruddin.

Para hadirin juga disajikan makan dan minum khas Makassar. Selanjutnya, acara Mapparola atau mengantar mempelai wanita ke tempat keluarga pengantin pria. Sedangkan untuk acara resepsi dilaksanakan sebentar malam harinya Sabtu (12/1/2019) di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, di Jalan Jendral Gatot Subroto, Jakarta.

*Andi Amriani

 

 

Leave a Reply