Rufaidah binti Sa’ad, Perawat Pertama dalam Sejarah Islam

23
Bagikan via

Sebagai ummat Islam, kita juga mempunyai tokoh yang menjadi pelopor dunia keperawatan Islam. Ia adalah Rufaidah binti Sa’ad, yang merupakan perawat Islam pertama sejak zaman Rasulullah Salallahu alaihi Wasallam.

Rufaidah binti Sa’ad merupakan perawat muslim pertama di zaman Rasulullah SAW. Wanita berhati mulia ini bernama lengkap Rufaidah binti Sa’ad Al Bani Aslam Al Khazraj.

Ketika perang Badr, Uhud, Khandaq, dan perang khaibar, Rufaidah menjadi sukarelawan yang merawat sahabat yang terluka akibat perang. Beberapa kelompok wanita dilatihnya untuk menjadi perawat.

Dalam perang Khaibar, Rufaidah meminta izin kepada Nabi Muhammad SAW, untuk ikut di garis belakang pertempuran agar dapat merawat mereka yang terluka, dan Rasulullah SAW mengizinkannya.

Ketika perang usai, Rufaidah membangun tenda di luar Masjid Nabawi untuk merawat kaum muslimin yang sakit. Kemudian berkembang dan berdirilah rumah sakit lapangan yang terkenal saat perang, dan Rasulullah SAW sendiri memerintahkan sahabat yang terluka dirawat olehnya. Tercatat pula dalam sejarah saat perang Ghazwat al Khandaq, Sa’ad bin Ma’adh yang terluka dan tertancap panah di tangannya, dirawat oleh Rufaidah hingga stabil.

Dari masa Rufaidah, masa keemasan dunia keperawatan dalam Islam dimulai. Keikhlasan pengabdiannya memiliki banyak andil dalam perkembangan dunia kedokteran yang dapat kita lihat di Arab Saudi sekarang. Kemajuan yang terjadi tergambarkan dengan:

1. The Islamic periode/masa penyebaran Islam (570-632 M). Pada masa ini, keperawatan sejalan dengan jihadnya kaum muslimin. Di masa inilah muncul Rufaidah al Aslamiyah untuk yang pertama kali.

2. Post prophetic era/masa setelah Nabi (632-1000 M). Di masa ini, kedokteran mulai mendominasi. Pada era ini, muncul tokoh-tokoh seperti Ibnu Shina, Abu Bakar ibnu Zakaria ar Razi (Dr. al Razi).

3. Late to midlle age/masa pertengahan (1000-1500 M). Pada masa ini, negara Arab membangun rumah sakit dengan baik. Dikenalkan konsep pemisahan ruang keperawatan laki-laki dan ruang keperawatan perempuan.

4. Terakhir adalah masa modern (1500-sekarang). Pada masa ini, perawat-perawat asing dari dunia barat mulai berkembang dan masuk ke negara-negara Arab. Pada tahun 1960, seorang bidan perawat muslimah dari Arab Saudi bernama Lutfiyyah al Khateb mendapatkan diplomasi keperawatan pertama di Kairo. Ia mendirikan institusi keperawatan di Arab Saudi.

*Indrawati/Berbagai Sumber

Leave a Reply