Yuk, Sempurnakan Jumatmu dengan Potong Kuku dan Kumis!

79
Bagikan via

Citra seorang Muslim baik laki-laki maupun perempuan adalah bersihnya penampilan. Sebagaimana yang sering kita dengar bahwa kebersihan merupakan bagian daripada iman.

Dalam hal kebersihan, Islam juga mengatur ketentuan untuk melakukan beberapa fitrah. Salah satunya adalah memotong kuku. Selama ini kita ketahui bahwa memotong kuku merupakan dari salah satu sunnah yang dianjurkan pengerjaannya di hari Jumat.

Demi meraih pahala sunnah, maka sebagian Muslim menjadikan potong kuku dan kumis sebuah kebiasaan atau rutinitas sebelum melaksanakan ibadah Jum’at. Tetapi apakah benar pengkhususan memotong kuku di hari Jumat bagian dari tuntunan yang secara langsung di ajarkan oleh Rasulullah?

Setidaknya terdapat dua riwayat yang umumnya dijadikan dalil untuk menganjurkan memotong kuku di hari Jum’at. Riwayat pertama menyebutkan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terbiasa memotong kuku dan kumis beliau pada hari Jumat, sebelum berangkat shalat Jum’at.”

Riwayat kedua menyampaikan, “Barang siapa yang memotong kukunya pada hari Jumat maka dia dilindungi dari kejelekan semisalnya.”

Namun kedua hadist tersebut dinilai lemah oleh Imam Al-Abani dalam Mukhtashar Silsilah Dhaifah. Hadist yang pertama beliau nyatakan dhaif, sedangkan hadist kedua beliau nilai sebagai hadist palsu.

Berdasarkan pada keterangan di atas, maka para ulama sepakat bahwa tidak ada anjuran khusus dari Rasulullah untuk memotong kuku pada hari Jum’at. Sebagaimana Al-Hafizh As-Sakhawi menjelaskan di dalam kitabnya Al-Maqasidul Hasanah, “Tidak terdapat riwayat yang sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tata cara memotong kuku dan hari tertentu untuk memotong kuku.”

Kemudian datanglah riwayat dari beberapa kalangan sahabat. Di antaranya disebutkan oleh AL-Baihaqi dalam Sunan Al-Kubra, sebuah riwayat dari Nafi, bahwa Ibnu Umar radiallahu ‘anhuma terbiasa memotong kuku dan memangkas kumis pada hari Jum’at. Kemudian disebutkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf,riwayat dari Ibrahim, beliau menceritakan, “Orang-orang memotong kuku mereka pada hari Jum’at.”

Sedangkan dalam riwayat Abdurrazaq pada kitabnya Al-Mushanaf, bahwa Muhammad bin Ibrahim At-Tamimi, salah seorang dari kalangan tabi’in mengatakan, “Siapa saja yang memotong kukunya pada hari Jum’at dan memendekkan kumisnya, maka dia telah menyempurnakan hari Jum’atnya.”

Maka berdasar pada riwayat dari para sahabat tersebut, sebagian ulama dari madzhab Syafi’iyah dan Hanbali menganjurkan untuk memotong kuku di setiap hari Jum’at.

Keutamaan Membersihkan Diri

1. Menaati Perintah Allah

Keutamaan yang pertama adalah menaati perintah Allah Ta’ala. Allah tidak menyukai sesuatu yang kotor ataupun najis. Maka itu, ummat Islam harus bersuci sebelum shalat dan baca Al-Quran. Serta sebaiknya bersuci juga ketika hendak berdizikir.

Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,“Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR. Tirmizi)

2. Mengamalkan Sunnah Rasul

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan bagi ummat Islam. Maka itu sudah selayaknya kita mengikuti apa-apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, termasuk dalam hal menjaga kebersihan yang merupakan bagian dari gaya hidup sehat Rasulullah. Dalam banyak hadist shahih disebutkan bahwa Rasul adalah tipe orang yang menyukai kebersihan. Beliau gemar bersiwak atau menggosok gigi untuk menjaga kesehatan mulutnya.

Diriwayatkan Abu Hurairah r.a. dia berkata : Rasulullah saw bersabda : Jika aku tidak menjadikan berat ummatku, maka sungguh aku perintahkan bersiwak (menggosok gigi) setiap hendak shalat”. (HR Bukhari)

“Bersiwak itu akan membuat mulut bersih dan diridhoi oleh Allah.” (HR. An Nasa’i, Ahmad)

3. Dicintai Allah

Seseorang yang memelihara kebersihan maka kesehatannya juga akan lebih terjaga. Dalam hadist dijelasakan bahwa Allah Ta’ala lebih menyukai mukmin yang sehat dan kuat daripada yang lemah.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allâh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan.” (HR. Muslim).

4. Cara tingkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT

Diriwayatkan dari Malik Al Asy’ari dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kebersihan adalah sebagian dari iman dan bacaan hamdalah dapat memenuhi mizan (timbangan), dan bacaan subhanallahi walhamdulillah memenuhi kolong langit dan bumi, dan shalat adalah cahaya dan shadaqah adalah pelita, dan sabar adalah sinar, dan Al Quran adalah pedoman bagimu.” (HR. Muslim).

”Bersuci (thaharah) itu setengah daripada iman.”(HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi)

5. Fitrah manusia

Menjaga kebersihan juga termasuk fitrah manusia. Ini termasuk merawat tubuh, mencukur bulu di badan, memotong kuku, mandi dan sebagainya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada lima macam fitrah , yaitu : khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

*Indrawati/Berbagai Sumber

Leave a Reply