Suami Marah? Begini Cara Menyikapi Kemarahannya

14
Bagikan via

Bukan hal yang aneh jika dalam rumah tangga terjadi berbagai persoalan. Sebab, tidak ada rumah tangga yang bisa terhindar dari masalah. Ketika hal ini terjadi, maka istri akan diperhadapkan dengan kaidah bagaimana bersikap ketika suami sedang marah.

“Jika salah dalam menyikapi, maka bisa menjadi perkara yang besar,” jelas Al Ustadz Abdul Malik Al-Buthony dalam taklim di group WhatsApp, beberapa waktu lalu.

Karena itulah menurutnya, dibutuhkan hikmah dan kebijaksanaan. Mulai dari berusaha menguasai diri atau mengontrol diri. Sebab, ciri orang yang hebat adalah yang bisa mengontrol dirinya ketika marah.

Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu menyalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian), tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.”

“Maka istri harus tetap tenang, usahakan tidak terbawa situasi dan kondisi. Apalagi kemarahan merupakan makar setan, maka seorang istri jangan terbawa dengan setan,” urainya.

Jika kesalahan yang menyebabkan keadaan rumah tangga memanas datang dari istri, maka sang istri harus minta maaf. Jangan merasa tidak bersalah atau tidak mau mengakui kesalahan, akhirnya yang marah semakin membara. Oleh karena itu, jika suami marah berkepanjangan, tugas istri ialah menampilkan sesuatu yang dicintai atau disukai suaminya.

Dalam hal ini, istri harus peka terhadap perkara apa saja yang tidak menyenangkan bagi suaminya, agar bisa menghindar dari kemarahan suaminya. Selain itu, istri wajib peka terhadap hal yang mendatangkan kecintaan sang suami, seperti dari pelayanan, makanan, pakaian, dan sebagainya.

Cara menyikapi masalah selanjutnya ialah dengan membaca ta’awudz untuk meminta penjagaan dari Allah Ta’ala. Jika memungkinkan, ubahlah situasi atau keadaan suami saat itu. Misalnya, jika dia sedang marah dalam keadaan berdiri, maka buatlah ia duduk. Duduk dan berbaring berguna agar kemarahan tertahan dalam diri sehingga tidak berdampak kepada orang lain.

Dari Abu Dzar al-Gifari bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika salah seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri, maka hendaknya dia duduk, kalau kemarahannya belum hilang maka hendaknya dia berbaring.
Sifat marah merupakan bara api yang dikobarkan oleh setan. Dan api hanya bisa dipadamkan dengan air, maka ketika marah bersegeralah untuk berwudhu.

Perlu diingatkan bahwa tidak semua suami memiliki karakter sama. Ada suami yang jika marah, ia merasa ingin didengarkan, bukan ditinggalkan. Namun, ada pula tipe suami yang jika sedang marah, tak masalah jika sang istri menghindarinya.

“Pandai-pandailah wahai istri membaca karakter suami kalian, agar ketika mendapat masalah kalian cermat menyikapinya,” ujar Al Ustadz Abdul Malik Al-Buthony.

Jika istri sudah menghindari suaminya dalam waktu lama, cobalah untuk menghubungi melalui pesan singkat ataupun via WA dengan menggunakan kata-kata yang indah lagi menyejukkan hati.

“Namun ingatlah selalu wahai para suami dan para istri, Allah Ta’ala memuji orang yang bisa menahan marah karena merupakan kriteria takwa, seperti yang disabdakan oleh Allah Ta’ala dalam QS Ali Imran ayat 134,” urai Ustadz Malik.

Manfaat Istri Sabar

1. Kunci keberhasilan karena Allah Ta’ala akan menjadi penolongnya, sebab kejelekan akan dibalas dengan kebaikan. Sangatlah mudah bagi Allah untuk mengubah benci menjadi cinta atau pun sebaliknya.

2. Ia akan selamat dari kata-kata yang tidak enak didengar. Allah Ta’ala berjanji, “Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.” (QS Fushilat : 34).

3. Akan nampak di antara suami atau pun istri yang berkomitmen dengan ilmunya. Jika nampak kebaikannya, berarti dia mengamalkan ilmunya. Jika salah satunya marah yang lain akan menjadi penyejuk, itulah salah satu kunci keharmonisan rumah tangga.

*Indrawati/Berbagai Sumber

Leave a Reply