Tak Ada Pesta Pernikahan Gubernur Hanya Gelar Acara Adat

71
Bagikan via
Acara Mappacci Anak Gubernur Sulsel Nurdin Abdulah/humasprov

*Mappacci Anak Gubernur Dihadiri Mentan dan Mantan Gubernur*

MAKASSAR – Pernikahan putra bungsu Gubernur Sulsel Fthul Fauzy Nurdin akan berlangsung di Jakarta Sabtu (12/1/2019) mendatang.

Untuk acara di Makassar, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah hanya menggelar serangkaian acara adat, seperti Mappasssili, Mattimpu, dan Mappacci. Ketiga rangkaian acara adat tersebut dilaksanakan secara meriah di Rumah Jabatan Gubernur Jl Sungai Tangka sejak Rabu- Kamis malam.

Tamu-tamu yang hadir selain pejabat daerah di Sulsel, juga dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta mantan Gubernur Sulsel Amin Syam dan Syahrul Yasin Limpo. Turut hadir mantan Wagub Sulsel Agus Arifin Nu’mang serta sejumlah mantan pejabat Sulsel lainnya.

Acara diawali dengan musik tradisional penabuhan tunrung renjang mengantar langkah Fauzy menuju ke tempat mappacci didampingi kedua orang tua dan saudara-saudarinya, kemudian lilin dinyalakan.

“Hadirin yang terhormat, sembari mengikuti persiapan prosesi mappacci, calon mempelai telah duduk di pelaminan dan lilin sudah dinyalakan. Maka dengan memohon ridho dan rahmat Allah SWT, perkenankan kami memberikan penghormatan kepada hadirin sekalian sesuai sapaan Islam, Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” kata pemandu acara menyapa para tamu undangan.

Malam mappacci atau malam pacar yang dilaksanakan pada 4 Jumadil Awal 1440 Hijriah ini. Adalah rangkaian acara tradisional dalam proses pernikahan adat di Sulsel yang dilaksanakan pada malam hari sebelum proses akad nikah.

Selanjutnya pembacaan kalam ilahi yang dikumandangkan qori terbaik nasional tahun 2016 Ustadz Baharuddin dan sari tilawah oleh Anugrah Pujiati. Doa dibacakan oleh Kiai Haji Sanusi Baco LC.

Sanusi Baco menyampaikan bahwa doa dalam setiap perkawinan sangat dibutuhkan. Sebab walaupun perkawinan terlihat mudah, tetapi yang paling mulia dan besar adalah membangun rumah tangga yang penuh kebahagian dan kemenangan.

“Doa ini dimaksudkan agar keluarga Ananda Fahrul Fauzy Nurdin sama dengan arti nama Ananda sendiri, Fahrul Fauzy artinya pembuka kemenangan dan kebahagian. Mudah-mudahan rumah tangganya mencapai tingkat kebahagian dan kemenanangan,” sebutnya.

Selanjutnya, memasuki prosesi mappaci. Para tokoh dijemput dua dara-dara cantik untuk memberikan doa dan restu. Diawali pertama oleh Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, kemudian Syahrul Yasin Limpo, disusul Amin Syam, selanjutnya Forkopimda Sulsel. Raja-raja seSulsel pun memberi restu yang diwakili oleh Raja Gowa A Kumala Ijo. Demikian juga bupati dan wali kota se Sulsel.

Terkakhir, NA memberikan daun pacar kepada buah hatinya, yang diakhiri dengan ciuman dan pelukan.

Adapun perlengkapan mappacci diantaranya, bantal pengalas kepala, 7 sarung sutera atau 2×7 lembar (ketekunan/penutup kehormatan), pucuk daun pisang (colli) daun belum tua melambangkan sikap hidup berkesinambungan, daun muda melambangkan sikap melanjutkan kehidupan. Daun panasa (nangka) mirip kata minasa (cita- cita), benno ase (beras goring), lilin dengan tempatnya, tempat pacci, daun pacci yang sudah dihaluskan (pacci Arab), kapur sirih/minyak, sarung/kain kuning untuk disusuki calon pengantin, taluttu (kain putih).

 

*Andi Amriani

 

 

Leave a Reply