Perkawinan Anak Rawan Kanker Serviks

339
Bagikan via
Kanker serviks/INT

 

MAKASSAR—Berkeluarga bukanlah perkara coba-coba tetapi membutuhkan perencanaan dan persiapan yang matang. Sayangnya generasi muda dan juga orang tua kurang memperhatikan unsur negatif apabila anak dinikahkan pada usia muda.

Usia muda masih labil dan belum matang. Ada masalah sedikit cerai, melakukan kekerasan dalam rumah tangga, dan kegagalan dalam melahirkan karena usia masih muda.

Dr. Maisuri T Chalid merupakan dokter obgyn di Fakultas Kedokteran Universitas hasanuddin (Unhas) terang-terangan menjelaskan bahwa perkawinan anak jika di lihat dari segi kesehatan akan menimbulkan dampak yang sangat besar. Salah satunya akan menimbulkan kanker serviks. Hubungan seks yang terjadi diusia muda maka sangat rentan terkena virus. Belum lagi jika perempuan hamil diusia muda, maka mulut rahimnya cenderung terbuka.

“Seorang anak yang nikah muda belum tentu pasangannya bersih. Jika mereka hamil biasanya menemui kendala persalinan macet, hipertensi  dan pendarahan,” kataya saat membawakan materi pada kegiatan liputan mendalam berbasis data isu perkawianan anak di Hotel Seharaton, Makassar.

Selain itu pihaknya juga menilai, perkawinan anak diusia muda cenderung mengalami gangguan mental 41% mereka masih ingin bermain. Ia mencontohkan ada tetangganya yang menikah usia muda, dan sudah melahirkan. Yang terjadi anak yang baru dilahirkan tersebut setiap hari dititipkan pada neneknya sementara sang ibu bermain bersama teman-teman sebayanya.

Dalam kondisi seperti itu, sudah sangat jelas bahwa anak tersebut mengalami depresi dan kecemasan, bahkan ada yang sampai berkepribadian ganda. Saat ini katanya sangat banyak pasien kanker serviks yang menjalani radio terapi di Rumah Sakit Unhas Makassar.

“Kanker serviks tidak langsung, 20 tahun baru reaksi. Ada yang dulunya menikah muda, kena kankernya sekarang,” katanya.

Karena itu ia berharap masyarakat bisa memahami bahaya dari perkawinan anak utamanya dari segi kesehatan. Sebaiknya menghindari resiko yang sangat berat tersebut. Pemerintah juga seharusnya memberikan imbauan kepada orang tua agar tidak menikahkan anak diusia masih muda. * Amriani

Leave a Reply