Sehebat Orangtua, Setangguh Anak-anak Palestina

28
Bagikan via

Meski kerap kali terbakar karena pertempuran, Alqur’an di bumi Palestina tetap ada bersama mereka. Alqur’an tidak berada di tangan anak Palestina, tapi di hati mereka. Inilah salah satu hikmah kesuksesan orangtua Palestina menghasilkan anak yang hebat dengan melahirkan para generasi penghafal Alqur’an.

Saat ini, orangtua harus menyadari jika anak bukanlah miliknya. Oleh karenanya sangat mustahil mendidik anak sholeh jika orangtuanya tidak sholeh.

“80 % sikap anak berasal dari keteladanan dari orangtuanya, dan 20 % berasal dari ocehan yang biasa diucapkan orangtuanya,” ujar aktivis kemanusiaan Palestina, Nurjannah Hulwani, beberapa waktu lalu.

Kebahagiaan yang sesungguhnya ialah kebahagiaan yang berasal dari jiwa seseorang. Begitupun yang dirasakan oleh beberapa tokoh Palestina, walaupun banyak tantangan namun untuk mencapai kebahagiaan jiwa, ia tak takut dengan apapun yang menyerang dirinya.

Sehingga, terkadang yang membuat hadirnya ketakutan dalam mendidik anak, karena tidak adanya ketaatan yang dihadirkan di rumah. Sedangkan yang dibutuhkan sebenarnya oleh keluarga adalah kebahagiaan jiwa. Sehingga menurut Penulis Buku Best Seller “Hikmah Berserak Dari Bumi Gaza Palestina,” Nurjannah Hulwani, jadikanlah rumah seperti masjid.

“Jika rumah dijadikan seperti masjid, maka akan tercipta kondisi saling menasehati, menjadi tempat pendidikan. Sehingga ketika mendidik anak, janganlah melukai jiwanya,” tuturnya.

Sebab, tambah Nurjannah, anak memiliki kedudukan dalam Islam yakni sebagai amanah (QS Al Ahzab: 72), ujian ( QS Al Athghobun: 15), dan perhiasan (QS Al Kahfi: 46).

Teladani Tokoh Palestina

Bagi Nurjannah, ada beberapa tokoh Palestina yang patut dijadikan teladan dalam mempertahankan hak ummat Islam di bumi Palestina.

“Inilah yang menjadi contoh dalam mendidik anak-anak Muslim, sehingga mereka menemukan ketenangan hidup akibat selalu ingat dengan Tuhannya,” ujarnya.

Beberapa tokoh tersebut ialah:

1. Menteladani keshalehan Syeikh Ahmad Yasin

Seumur hidupnya, Syeikh Ahmad Yasin tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah di masjid walaupun harus menggunakan kursi roda. Di Gaza tak satu pun terbangun bioskop, bukan karena tak ada yang ingin membangunnya namun karena peminat bioskop sudah tak ada lagi, semuanya kembali ke masjid. Ini merupakan tugas ayah dalam memberikan keteladanan kepada anaknya untuk mencintai masjid dibanding tempat apapun.

2. Menteladani Dr. Abdul Aziz Ali Abdul Hafidz El Rantisi

Tokoh yang satu ini di bom oleh Israel menggunakan pesawat Apache ketika hendak beribadah. Dalam mendidik anak orangtua harus memiliki visi dan misi untuk akhirat, dan hal itu harus diutamakan dibanding yang lainnya.

3. Menteladani keshalehan Asy Syahid Sa’id Syiham

Tokoh ini mengajarkan orangtua untuk mendidik anak kebarisan ketaatan dengan metode mempraktekkan secara langsung. Jika banyak yang bertanya, kapan hasil ketaatannya bisa dilihat? Jawabnya ialah kita tidak bisa melewati wewenang dari Allah Ta’ala.

Tips Ciptakan Generasi, Setangguh Anak Palestina

1. Buatlah MoU dengan Allah Ta’ala dalam mendidik anak, bukan dengan orang lain. Maksudnya ialah mendidik anak harus melalui hati menggunakan Alqur’an.

2. Orangtua yang sholeh akan berdampak pada anaknya juga, hanya butuh waktu untuk melihat hasilnya.

3. Berjuanglah mendidik diri, keluarga menggunakan Alqur’an, ajarkan sedekah, qiyamul lail, dan hal tersebut membutuhkan kesabaran dari orangtua.

4. Jika orangtua merasa telah maksimal dalam mendidik anak, itu bukanlah urusan orangtua lagi. Namun yang tahu maksimal atau tidaknya orangtua dalam mendidik anak, hanya orangtua dan Allah Ta’ala.

Penulis: Indrawati

Leave a Reply