Mendagri Ingatkan Pemilu Harus Berlandaskan Etika

63
Bagikan via
Mendagri Tjahjo Kumolo/foto INT

 

JAKARTA– Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia, dalam berpolitik harus berkomitmen merawat persatuan dan kesatuan bangsa.

Pemilu mrupakan siklus bernegara yang harus terjadi dalam siklus setiap 5 tahun sekali sesuai amanat Konstitusi UUD 1945. “Pemilu adalah ciri bahwa NKRI adalah negara kesatuan yang berbentuk republik dengan sistem politik demokrasi,” katanya, Jumat (4/1/2019)

Menurutnya dalam Pemilu, perbedaan pilihan tidak harus mencederai persatuan dan kesatuan. Pemilu juga membutuhkan iklim yang sehat, sejuk, dan damai.

Tjahjo memaknai dalam kontestasi Pemilu merupakan arena pertarungan gagasan, ide, konsep, dan pemikiran bagaimana cara mengelola negara yang disampaikan kontestan dan tim suksesnya.

“Mari berpolitik dengan tetap berkarakter ke-Indonesiaan, yakni penuh tatakrama, etika dan budaya Indonesia”, kata Tjahjo.

Peradaban demokrasi yang berkarakter ke-Indonesiaan, yaitu demokrasi yang berbasis budaya dan etika yang dianut masyarakat Indonesia. Hal itulah yang menjadi kekuatan dan pembeda karakterisktik dari nilai demokrasi Indonesia dibandingkan praktik demokrasi bangsa-bangsa lain di dunia.

Jelang pemilihan umum ini, sering sekali muncul Hoax. Berit seperti itu tentunya akan mencederai demokrasi bahkan akan menjadi suber konflik yang akan menghancurkan bangsa. Karena itu, pihaknya mengingatkan agar menghindari hal-hal yang bisa merusak satu sama lain.

 

*Andi Amriani/sumber : kemendagri

Leave a Reply