Kenali Hipertensi Primer dan Penyebabnya

63
Bagikan via

Di Indonesia, data Riskesdas Kemenkes RI tahun 2013 menunjukkan bahwa 25,8 persen penduduk Indonesia mengidap hipertensi. Secara tidak langsung, angka ini turut menyumbang kepada peningkatan kasus hipertensi secara global di masa depan.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, prevelensi penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) di seluruh dunia juga terus meningkat setiap tahunnya.

Ada dua jenis hipertensi yang ditentukan berdasarkan penyebabnya, yaitu hipertensi primer dan hipertensi skunder. Namun kali ini, kita akan fokus membahas tentang hipertensi primer serta penyebabnya.

Para ahli menduga bahwa faktor genetik merupakan salah satu penyebab hipertensi primer. Namun beberapa kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat juga ikut dapat berkontribusi menjadi penyebab hipertensi primer.

Dalam hal ini, hipertensi primer dapat dialami oleh semua kalangan usia. Namun kondisi ini paling sering terjadi pada usia paruh baya. Kebanyakan orang yang memiliki hipertensi jenis ini tidak akan merasakan gejala yang berarti. Mereka baru tahu memiliki tekanan darah tinggi ketika melakukan medical check up secara rutin.

1. Stres

Stres membuat otak melepaskan hormon-hormon stres dalam tubuh, seperti kortisol, adrenalin, dan norepinefrin yang semuanya dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung serta menyempitkan diameter pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah akan mengalami peningkatan 30-40 persen. Walau peningkatan tekanan darah ini bersifat sementara.

2. Malas Gerak

Melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur telah lama diketahui sebagai cara efektif untuk mengurangi risiko hipertensi dan membantu mengontrol tekanan darah tinggi pada orang yang memang memiliki riwayat penyakit tersebut.

Biasanya orang yang kurang aktivitas fisik dan olahraga memiliki detak jantung yang cenderung lebih cepat. Hal ini membuat jantung Anda harus bekerja lebih keras untuk memompa darah, yang akhirnya berimbas pada peningkatkan tekanan darah.

3. Asupan Garam yang Tinggi

Ternyata asupan garam yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan natrium alami yang dalam tubuh Anda. Nah, kadar natrium dalam tubuh bisa meningkat dan menyebabkan retensi natrium. Retensi natrium dapat meningkatkan tekanan yang diberikan oleh aliran darah terhadap dinding pembuluh darah. Akibatnya, terjadilah tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Human Hypertension tahun 2002 menyatakan bahwa pengurangan asupan garam dari 10 gram menjadi 6 gram per hari dapat mengurangi risiko tekanan darah tinggi. Pada akhirnya hal tersebut dapat menurunkan 14 persen risiko kematian akibat stroke dan 9 persen kematian akibat penyakit jantung koroner pada penderita hipertensi.

4. Obesitas

Semakin berat massa tubuh, semakin banyak darah yang diperlukan untuk mengantar oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh. Karena itu, tekanan dalam arteri akan naik agar darah bisa diedarkan dengan lancar. Akibatnya, jantung yang dipaksa kerja keras lama-lama bisa mengalami kerusakan.

5. Minum Minuman Keras

Berbagai penelitian telah menyebutkan bahwa kebiasaan minum miras dalam jumlah berlebihan dalam waktu lama dapat menjadi penyebab darah tinggi atau memperburuk gejala hipertensi jika sudah terdiagnosis penyakit tersebut.

Penulis: Indrawati
Dari berbagai sumber

Leave a Reply