Ingin Tunaikan Umrah, Berikut Syarat bagi Wanita Hamil

452
Bagikan via

Menunaikan ibadah umrah memang tidaklah mudah, sebab akan membutuhkan kemampuan fisik, finansial, dan spiritual. Lantas, bagaimana jika kesempatan untuk melaksanakan ibadah umrah tersebut diberikan kepada wanita yang sedang mengandung?

Tidak ada larangan bagi wanita hamil untuk melaksanakan ibadah umrah. Wanita hamil adalah hal yang alamiah, dia juga harus shalat dan berpuasa. Dan jika diceraikan, perceraiannya dapat diterima menurut sunnah. Asma binti Umais, istri dari Muhammad bin Abu Bakar, pernah melaksanakan ibadah haji ketika beliau tengah hamil tua hingga akhirnya melahirkan di miqat.

Ibadah haji dan umrah dapat dikatakan sebagai ladang untuk berjihad bagi para wanita. Aisyah radiyallahuanhu pernah bertanya kepada Rasulullah: “Wahai Rasulullah, apakah kaum wanita memiliki kewajiban untuk berjihad?” Kemudian, Rasulullah pun menjawab, “Ya, betul. Bagi mereka, ada kewajiban jihad yang tidak ada perangnya. Jihad bagi kaum kalian adalah berhaji dan umrah.” (HR Imam Ahmad dan Ibnu Majah).

Walaupun demikian, risiko terhadap wanita hamil saat melaksanakan ibadah haji ataupun umrah tidak boleh dianggap remeh. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika seorang wanita hamil memutuskan untuk tetap melaksanakan ibadah haji atau umrah.

1. Berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui kelayakan berangkat menunaikan ibadah haji atau umrah tanpa ada gangguan kesehatan

2. Wanita hamil hendaknya membawa seluruh obat-obatan penting sebanyak yang diperlukan sampai selesainya ibadah haji dan umrah

3. Wanita hamil harus berupaya memakai pakaian longgar dari bahan katun agar tidak banyak berkeringat yang mengakibatkan cairan tubuh hilang.

Petunjuk Kesehatan Wanita Hamil

Haji dan umran adalah perjalanan berat, memerlukan banyak tenaga. Bagi wanita hamil yang ingin melaksanakan ibadah haji dan umrah akan menghadapi banyak risiko terutama kelahiran prematur dan kondisi bayi yang memerlukan penanganan khusus.

Terkadang, wanita hamil akan menderita dehidrasi akibat terus menerus muntah, apalagi pada masa awal kehamilan. Kondisi kelelahan dan berdesakan pun bisa mengakibatkan keguguran di awal kehamilan. Jika wanita hamil memutuskan berangkat haji atau umrah, hendaknya melakukan langkah-langkah berikut:

1. Menggerakkan kaki dalam beberapa gerakan yang berbeda saat duduk untuk menghindari pecahnya pembuluh darah

2. Berjalan-jalan setiap satu atau dua jam di dalam pesawat atau bus. Jika bepergian dengan mobil pribadi dianjurkan berhenti setiap dua jam agar wanita hamil bisa berjalan, meskipun sebentar

3. Mengonsumsi cairan dalam jumlah cukup dan menghindari panas yang menyengat

4. Wanita hamil yang berhaji atau berumrah harus cukup istirahat

5. Pilihlah waktu yang tepat dalam menempuh setiap prosesi umrah agar terhindar dari situasi ramai dan berdesakan

Catatan Wanita Hamil

1. Niat

Ketika memutuskan melaksanakan ibadah haji atau umrha, coba tanyakan lagi pada diri sendiri, adakah keraguan yang muncul karena kondisi yang sedang hamil? Jika ada, sebaiknya pentingkan kesehatan Anda dan janin.

2. Lihat sejarah kehamilan

Sebelum berangkat, perhatikan riwayat kehamilan sebelumnya, bagaimana situasi terakhir yang Anda rasakan selama menjalani kehamilan. Anda tentunya lebih mengetahui kondisi kesehatan dibandingkan dokter dan orang di sekitar.

3. Konsultasi tenaga medis

Bagi wanita hamil yang sudah memantapkan diri untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah, setelah mantap dengan niat dan yakin dengan kondisi tubuh, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis untuk memastikan semuanya secara legal.

4. Jaga diri

Dengan tidak diimunisasi, jelas benteng pertahanan wanita yang hamil tidak sekokoh orang-orang yang lain. Maka sesuai petunjuk dokter dari lembaga imunisasi, menggunakan masker adalah penting, terutama ketika berada di tempat yang tidak ada udara bebas, di toilet, dan di keramaian. Rajin cuci tangan, bawa antiseptik, dan juga rajin minum air putih.

5. Know your limit

Yang benar-benar mengetahui kondisi serta kemampuan tubuh kita hanya kita sendiri. Beberapa ibadah haji atau umrah bisa diwakilkan jika seorang wanita hamil tidak mampu melaksanakannya, misalnya melontar jumrah.

Penulis: Indrawati

Leave a Reply