Waspadalah, Ini 5 Hal yang Bisa Rusak Remaja Islam!

82
Bagikan via

Dorongan kebaikan dan keburukan sama kuatnya. Semakin sering kita kalah dalam menghadapi godaan, seperti itulah akhir kehidupan kita. Semakin sering kita menang dalam pertarungan melawan musuh internal dan eksternal, akan seperti itulah akhir/ending kehidupan kita.

Itulah sebabnya Rasulullah menyebutkan di antara tujuh golongan yang memperola naungan pada saat tiada naungan kecuali naungan dari-Nya pada hari kiamat adalah pemuda yang tumbuh dalam kerangka beribadah kepada Allah Ta’ala.

Zaman ini, mencermati dinamika kehidupan yang fluktuatif dan terus berubah, para pemuda Muslim dituntut memiliki modal kuat khususnya dari ajaran Islam, agar kelak di masa tua tak menyesal.

Setidaknya ada beberapa kemampuan yang perlu dimiliki para pemuda Muslim hari ini; mencakup daya pikir (ijtihad), daya kalbu (mujahadah), dan daya raga (jihad) dalam arti yang seluas-luasnya.Termasuk jihad peradaban (kehidupan) di mana memilih hidup dalam kemuliaan Islam dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah.

Namun yang harus diingat, gozul fikri atau serangan pemikiran terhadap remaja Muslim tiap saat digencarkan. Oleh karena itu, berikut hal-hal yang sering kali membuat remaja Islam pada akhirnya menemukan “jalan” yang sangat modern-metropolis namun kebablasan.

1. Musik

Musik atau lagu bisa dijadikan sebagai ungkapan gejolak perasaan dan jiwa remaja—remaja merasa terwakili olehnya. Padahal sesuatu yang ada dibalik lagu-lagu yang ada dan atau tengah beredar banyak menabrak tembok-tembok aqidah. Misalnya saja lagu Imagine-John Lennon, yang mengajarkan untuk hidup tanpa Tuhan. Dan semua lagu cinta yang ada sekarang selalu menunjukkan “penghambaan” yang mendalam terhadap lawan jenis.

2. Olahraga

Saat ini, olahraga sudah jadi ritual dan modernitas bagi anak-anak muda, dan para atlet adalah nabi-nabinya. Sekarang, seorang atlet sepak bola sudah tidak ada ubahnya dengan artis yang juga banyak digilai oleh para remaja. Atlet-atlet diidolakan oleh para remaja putri. Bahkan, tingkat “pemujaan”nya, sudah sampai ke tahap yang sangat pribadi.

3. Rokok

Ini mungkin banyak yang melanda remaja kaum Adam. Tahu kan, ada semacam aturan tertulis dalam pergaulan anak muda bahwa merokok bisa menaikan “derajat” dan “status sosial” seorang remaja di antara teman-temannya.

Padahal jika kita lihat dari segi manfaat dan ruginya, merokok bagi siapa pun lebih banyak ruginya. Selain mencemari dan meracuni lingkungan, orang lain, dan diri sendiri, ditambah hampir pasti remaja masih bergantung kepada orangtua dalam hal ini buat beli rokok. Hal tersebut sangatlah tidak ada manfaatnya sama sekali.

4. Fashion

Saat ini, sudah bukan rahasia lagi kalau remaja benar-benar tergila-gila oleh barang-barang yang bermerek dan harganya mahal. Dunia fesyen mengajarkan remaja untuk jadi konsumtif dalam menggunakan uang. Remaja akan merasa cekak atau bokek manakala pergi ke pusat pertokoan dengan hanya bermodal Rp50 ribu saja. Ironisnya jumlah uang itu bagi mereka dirasakan terlampau besar jika harus diinfaqkan untuk kegiatan Islam.

Dii Indonesia tercatat ada sekitar 40 juta remaja. Jika hanya setengahnya saja menjadi korban mode, berapa keuntungan yang bisa dikeruk oleh para produsen pakaian?

Masalahnya, saat ini kita melihat dimana-mana bahwa perkembangan mode benar-benar sudah menabrak nilai- nilai Islam. Lihatlah remaja-remaja perempuan yang berpakaian sangat ketat.

5. Seks

Seks menjadi menu akhir jika ingin menghancurkan remaja Islam. Jika kita tidak waspada, sudah dapat dipastikan bahwa generasi muda bangsa ini tengah berada di ambang kehancuran moral yang sangat dahsyat.

Penulis: Indrawati

Dari berbagai sumber

Leave a Reply