Sejak Dini, Ajarkan Anak “Terima Kasih, Tolong, dan Maaf”

46
Bagikan via

Kata ajaib seperti terima kasih, tolong, dan maaf telah dikenal seluruh dunia. Bahkan di Indonesia, kata ajaib ditambahkan lagi yakni permisi.

Bagi orangtua yang memiliki buah hati, sebaiknya sudah diajarkan konsep meminta maaf, berterima kasih, serta meminta tolong dengan sopan dan meminta izin sejak dini.

Menurut Alzena Masykouri, MPsi, psikolog klinis anak dari Klinik Kancil, Jakarta pembelajaran kepada anak yang paling efektif adalah dengan memberikan contoh dan pembiasaan.

“Berdasarkan pengalaman, anak usia 2 tahun, baru mulai meniru tanpa paham apa maksudnya. Sementara anak usai 2 tahun sudah mulai bisa dibiasakan untuk mengucapkan kata-kata seperti maaf, terima kasih, tolong, permisi, silakan. Anak 3 tahun ke atas biasanya mulai memahami fungsi dari kata-kata ajaib dan dapat menggunakan kata-kata tersebut dengan tepat,” jelas Alzena.

Melalui pengenalan kosakata kesopanan saat berkomunikasi dengan orang lain, Si Kecil juga akan terkondisikan untuk mengapresiasi nilai-nilai positif. Secara tidak langsung ia belajar menghargai orang lain, berbesar hati mengakui kesalahan, serta menunjukkan empati melalui kata-kata.

Misalnya, saat mengucapkan “maaf” karena telah melakukan suatu kesalahan, orangtua bisa mencontohkan kontak mata sehingga anak bisa merasakan penyesalan yang mengiringi permintaan maaf itu. Selain itu juga mendorong anak untuk “bertanggung jawab” atas kesalahan yang dilakukannya.

Ia menumpahkan susu temannya, selain minta maaf sodorkan susu miliknya untuk diberikan pada temannya sebagai bagian dari pembelajaran tentang tanggung jawab.

Saat mengucapkan kata “tolong”, orangtua bisa mencontohkan bahwa ia sungguh-sungguh meminta bantuan orang lain. Setelah dibantu, ucapkan “terima kasih” juga dilakukan dengan tulus. Dari situ anak akan belajar ketulusan dan kesadaran bahwa ia membutuhkan orang lain. Berikut cara mengajarkan anak kata terima kasih, maaf, dan tolong:

1. Ajarkan secara berulang

Sebelum membiasakan Si Kecil untuk mengungkapkan kata “Terima Kasih, Maaf, dan Tolong,” terlebih dahulu ajarkan arti dari masing-masing kata.

Dengan seperti itu, Si Kecil akan paham kapan saatnya dia harus mengucapkan kata-kata tersebut.

2. Jadilah teladan

Pada usianya yang masih belum mampu menentukan mana yang baik dan buruk, hal termudah yang dapat mereka lakukan adalah dengan meniru orang tuanya.

Untuk itu, alangkah baiknya kalau Ibu dan Ayah terus menjadi teladan dengan selalu mengucapkan kata-kata tersebut terutama saat berinteraksi dengan Si Kecil. Dengan begitu dia jadi ingat dan akan menirunya.

3. Biasakan Sejak dalam Kandungan

Menjadi contoh, rupanya tak hanya saat Si Kecil tengah hadir saja, semua itu harus dimulai bahkan sejak masih mengandung.

Biasakanlah untuk mengucapkan kata tolong, terima kasih, dan maaf.

Selain memberi pemahaman dan memberi contoh, hal terakhir yang tentu seorang ibu harus lakukan adalah dengan memintanya langsung untuk mempraktikannya.

4. Minta Si Kecil Melakukannya

Mintalah mereka mengucapkan kata-kata tersebut dimulai dari orang-orang terdekat seperti kepada Ibunya, Ayahnya, maupun Si Kakak.

Setelahnya, mintalah mereka untuk berani mengucapkan kata-kata tersebut selagi berinteraksi dengan orang asing atau orang yang tak ada pada kesehariannya.

Dengan membiasakan Si Kecil untuk mengucapkan kata-kata tadi, Si Kecil juga akan terbiasa untuk menerapkan nilai-nilai yang positif.

Karena secara tak langsung, Si Kecil belajar menghargai orang lain dengan mengucap “tolong”, berbesar hati mengakui kesalahan dengan kata “maaf”, dan menunjukkan empati melalui “terima kasih”.

Penulis: Indrawati

Leave a Reply