Integritas Ilmu Agama dan Teknologi Harus Seiring Sejalan

117
Bagikan via

MAKASSAR–Sistem pendidikan yang dilaksanakan oleh Persyarikatan Muhammadiyah adalah bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang berkualitas.

Hal ini merupakan pengejewantahan ajaran Islam yang mewajibkan umatnya harus mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa dengan yang lebih baik.

Oleh karena itu, kualitas pendidikan Muhammadiyah harus menyeluruh dalam berbagai aspek kehidupan. Termasuk diantaranya integrasi ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum dan teknologi. Ini harus seiring sejalan tanpa harus mengabaikan satu sama lain.

Hal itu diungkapkan Prof Dr. H. Ambo Asse, M.Ag, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan dalam pembukaan Pelatihan Fasilitator ISMUBA Majelis Pendidikan Dasar, dan Menengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Selasa (25/12/2018).

Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar ini, juga  mengklarifikasi anggapan bahwa Muhammadiyah membid’ahan peringatan Maulid Nabi dan Isra’ Mi’raj.

Menurutnya hal itu adalah tidak benar, yang benar Muhammadiyah tidak menjadikan peringatan itu sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan. Justru peringatan tersebut boleh dijadikan sebagai media syiar dan dakwah Islam di tengah-tengah masyarakat.

Di tempat yang sama Ketua Majelis Dikdasmen PWM Sulsel, Drs. H. Thamrin Taha, M.Pd diklat fasilitator Al Islam, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Asing ini dilaksanakan selama tiga hari. Diikuti peserta utusan Majelis Dikdasmen se-Sulawesi Selatan.

Dengan adanya diklat ini, katanya, akan melahirkan  fasilatator di daerah dalam mengadakan pembinaan dalam mata pelajaran yang merupakan ciri khas pendidikan Muhammadiyah.

 

 

 

Editor  : Andi Amriani

 

Leave a Reply