Cegah Bully Anak di Sekolah, Makassar Gandeng Unicef

73
Bagikan via

MAKASSAR – Bully tentu menjadi fenomena yang kerap terjadi di kalangan anak-anak hingga remaja di Makassar, khususnya di lingkungan sekolah. Hal inipun mendapat perhatian khusus dan serius dari Pemerintah Kota Makassar.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Makassar, UNICEF, Dinas Pendidikan Makassar dan Yayasan Indonesia Mengabdi mencangkan anti Bully di Sekolah se-Makassar.

Pencanangan ini diberi nama Pentas Seni dan Roots Day yang digelar di SMP Negeri 1 Makassar, Jalan Baji Gau Makassar.

“Kita mengaktifkan isting kita membela dan melindungi siapapun yang mungkin saja dibilang jelek. Kita mengaktifkan semangat atau perasaan untuk melindungi orang dari Bully,” kata Perwakilan UNICEF, Debora di Makassar, Selasa (18/12/2018).

 

Pencanganan Stop Bullying di SMPN 1 Makassar

Debora mengigatkan kepada seluruh anak untuk berbuat baik, meski orang baik tetap memiliki sisi jahat.

“Jadi paling penting ada mengedepankan sisi baik kita, dan setiap orang baik juga punya jahat, tapi kita harus kedepankan sisi baik kita,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak DPPA Kota Makassar, Achi Soleman mengatakan, jika kegiatan ini sebagai upaya pencapaian Makassar mendapat predikat Makassar Kota Layak Anak.

Bukan itu saja, juga sebagai upaya agar sekolah ini mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak. Memberikan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, dan mekanisme pengaduan.

Achi berharap kegiatan ini akan terus berlanjut di sekolah lain di Makassar dan mencegah terjadinya tindakan bully yang membawa dampak negatif bagi anak di Makassar.

“Harapan kami ke depan kiranya program kegiatan replikasi anti bully tidak berhenti di tahun ini tapi akan terus menjadi program unggulan untuk SMP Negeri 1 Makassar sehingga sekolah ramah anak dapat terwujud di tempat ini dan menjadi virus positif bagi sekolah lain,” paparnya. (rls)

Editor: Nur Suhra Wardyah

Leave a Reply