Pemilu Bersih Harus Bebas dari Tekanan

186
Bagikan via

MAKASSAR— Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel periode 2004-2008 Mappinawang menegaskan, jika ingin pemilu bersih, penyelenggara harus bebas dari tekanan.

Hal tersebut diungkapkannya saat tampil sebagai pembicara pada Diskusi Publik yang dilaksanakan oleh Lembaga pemerhati kepemiluan, Minggu (09/12/18) di Makassar.

Deklarasi yang dilaksanakan oleh Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDi) Sulsel, bertujuan meuwujudkan karakteristik regulasi pemilu.

Lebih lanjut Mappinawang mengatakan, selama ini ada bawahan berbuat salah yang di atas tidak bisa berbuat apa-apa. Ia pun mencontohkan permasalahan seperti di Palopo.

“Karena itu kedepan KPU dalam pemilu yang bersih tentu harus satu tim mulai dari tingkat pusat hingga ketingkat Kabupaten dan Kota, agar tidak ada pengaruh dari pihak pihak tertentu,” terangnya.

Terpisah mantan Komisioner KPU Sulsel Ana Rusli mengatakan, menghadapi Pemilu 2019, JaDi Sulsel akan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Terkai penggunaan kertas surat suara dan pemilih yang pindah domisili. Selain itu juga tentang politik uang yang selama ini masih menjadi momok di setiap momentum politik.

Ana Rusli berharap JaDi Sulsel akan mengambil ruang untuk mengisi kapasitas khususnya bagi penyelenggara pemilu selain sisi teknisnya. Serta soal integritas dan independensi dalam aspek-aspek tertentu.

“Kedepannya selain konsen pada penyelenggara, kami juga ingin melakukan suatu kegiatan berbasis masyarakat,” katanya.

Dengan mengajak masyarakat untuk melek politik dan pemilu. Karena dari hasil pantauannya, dalam sebulan ini masyarakat tidak begitu memahami karakteristik tentang regulasi yang baru misalnya surat suara dan kategori sanksi,” terangnya.

Editor : Andi Amriani

Leave a Reply