33 Persen Odha di Makassar Belum Akses ARV

139
Bagikan via

MAKASSAR — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Makassar bersama Dinas Kesehatan Makassar memperingati Hari HIV AIDS sedunia dalam bentuk semiloka di Nipah Mall dan Office Buillding Jalan Urip Sumiharjo Makassar, Jumat (7/12/2018).

KPA Makassar merilis Orang dengan HIV AIDS (ODHA) sejak tahun 2014 hingga November 2018 berjumlah sekitar 3.839 penderita. Sementara jumlah ODHA yang mengakses pengobatan Anti Retro Viral (ARV) hanya sebanyak 2.584 orang. Mereka telah ditangani layanan pengobatan CST/PDP di Kota Makassar.

Dengan demikian, masih ada sekitar 33 persen atau sejumlah 1.255 ODHA yang belum mengakses pengobatan ARV, sebagai salah satu pencegahan HIV menyerang immunitas penderitanya.

“HIV sudah ada obatnya yaitu Anti Retro Viral (ARV), pengobatan ARV dini menjaga ODHA tetap sehat dan produktlf serta dapat mencegah penularan baru,” ungkap Penjabat Sekretaris Daerah, Dr Hj Naisyah Tun Azikin.

Peringatan Hari Aids Sedunia, di Nipah Mall Makassar, Jumat (7/12/2018). Foto: Dok.Humas

Mewakili Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto yang juga Ketua KPA, Naisyah mengatakan, penderita HIV saat ini telah mendapat perhatian dan penanganan yang intesif dari pemerintah.

Bukan itu saja, bantuan serta organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, pemuka agama, pemuka masyarakat, Tim Penggerak PKK, akademisi, lingkungan, sekolah dan remaja juga turut berperan.

Dengan adanya kerja sama dari seluruh
pemangku kepentingan tersebut, dipastikan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat, mencegah dan menanggulangi HIV.

Lebih dari itu, mampu menormalisasi isu HIV AIDS agar masyarakat mempunyai persepsi yang lebih positif. Alhasil, menurunkan stigma dan diskriminasl kepada penderita HIV.

Naisyah menambahkan, penangan HIV sama seperti penyakit kronis lainnya yang dapat diobati, seperti diabetes melitus atau hipertensi.

Sementara Sekretaris KPA Kota Makassar, Mawardi mengimbau seluruh generasi muda untuk menghidari sex bebas dan minuman beralkohol sesuai dengan tema yang tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap HIV AIDS.

“Mesti berani mengakses layanan kesehatan, melakukan tes HIV dan melanjutkan pengobatan ARV sedini mungkin, jika terdiagnosa HIV. Intinya pola hidup sehat yang utama,” papar Mawardi.

Editor: Nur Suhra Wardyah

Leave a Reply