Di Indonesia, Hanya Makassar Terima Proyek Kesehatan Kelas Dunia

114
Bagikan via

JAKARTA — Makassar menuju Kota Dunia sepertinya bukan hanya sekadar khayalan bagi Pemerintah Kota Makassar, namun kian menunjukkan realisasinya.

Kali ini, hal tersebut turut dibuktikan dengan penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman oleh Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto bersama Kepala MISI IOM Indonesia, Mark Getehel di Kantor IOM, Jakarta, Rabu (5/12/18).

International Organization for Migration (IOM)
mengerjakan proyek Building Healthy City (BHC)
yang didanai oleh United States Agency for International Development (USAID) bekerja sama dengan JSI.

Penandatanganan MOU antara Pemerintah Kota Makassar dan IOM, di Jakarta, Rabu (5/12/2018). Dok.Humas

Hebatnya, Makassar menjadi satu-satunya Kota di Indonesia yang terpilih untuk pelaksanaan proyek tersebut dari tiga kota di dunia. Dua lainnya adalah Indore (India) dan Da-Nang (Vietnam) yang juga mendapatkan dukungan penuh oleh pihak IOM.

“Saya kira IOM sangat mengerti bagaimana smart city di Kota Makassar bekerja dengan baik. Salah satunya lewat War Room yang kita miliki, sehingga bisa mendapatkan data real time baik dari transportasi hingga data kesehatan,” ucap Danny sapaannya dalam keterangan rilis yang diterima Timurindonesia.com.

Secara khusus, proyek BHC ini bertujuan mendukung visi kesehatan Kota Daeng agar semakin berkelas dunia baik dari segi pelayanan dan kesehatan masyarakatnya yang nyaman untuk semua.

Sementara Direktur JSI Washington, Amanda Pomeroy Stevens menyebut pemilihan Kota Anging Mammiri sebagai sasaran proyek bukan tanpa alasan.

“Makassar memiliki pelayanan kesehatan masyarakat sangat baik olehnya itu kami ikut mendukungnya,” pungkas Amanda.

Amanda menyebutkan, proyek ini memang bertujuan mendukung program smart city secara insklusif, terkait dengan kesehatan, transportasi, sanitasi, pendidikan, rekreasi, teknologi, dan lingkungan binaan yang mempengaruhi kesehatan penduduk perkotaan.

Keduanya pun berharap MoU ini mengawali perbaikan dan peningkatan Makassar untuk dua kali tambah baik.

 

Editor: Nur Suhra Wardyah

Leave a Reply