Keutamaan Dua Waktu Berdzikir

82
Bagikan via

Pagi dan petang adalah dua waktu yang berulang kali disebut Allah dalam kitab-Nya. Salah satu keutamaan dua waktu ini adalah perintah untuk banyak mengingat-Nya (berdzikir).

Para ahli telah memjelaskan kejaiban alam semesta termasuk perubahan yg terjadi di waktu pagi dan petang.

Pergantian malam ke siang, dari suasana yg gelap, tenang, dan sejuk berubah menjadi terang, hangat, dan hiruk pikuk. Sebaliknya peralihan siang ke malam yg mempersiapkan diri kita untuk beristrahat di malam hari.

Peralihan ini begitu sempurna (tanpa ada cacat sedikit pun) dan semua itu mustahil terjadi tanpa ada yang mengontrolnya.

Rasulullah telah mencontohkan dzikir di dua waktu ini yang dapat kita amalkan seperti halnya ibadah yang lain.

Berdzikir tidak memerlukan tenaga, selain menggerakkan lidah, mulut sambil menyatukan hati dan pikiran. Memahami kebesaran Allah dan mensyukuri segala ciptaan-Nya serta memohon perlindungan kepada-Nya memberikan efek yang besar terhadap kesehatan manusia.

Banyak berdzikir akan menjauhkan diri kita dari berbagai penyakit. Sayang sekali, banyak yang melalaikannya.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Yaa ayyuhalladziina aamanudzkurullaaha dzikran katsiiraa. Wasabbihuuhu bukrataw wa ashiilaa (QS: Al-Ahzab 33:41-42).

Artinya: Wahai orang-orang beriman, ingatlah kepada Allah dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbilah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.

LAKUKANLAH DZIKIR PAGI DAN PETANG DAN RASAKANLAH PENGARUH YG LUAR BIASA DALAM DIRI KITA.

Pesan Dakwah 20 Rabbi’ul Awal 1440H

Penulis: Prof Veni Hadju (Gur Besar FKM Unhas)
Editor: Nur Suhra Wardyah

Leave a Reply