Meski Berdinding Seng, Santri Ukhuwah Muslimin Hafal Dua Juzz Sebulan

172
Bagikan via

Dulu, fasilitas dan lingkungan sangat berpengaruh bagi perkembangan anak didik. Faktor sarana dan prasarana seringkali menjadi alasan bagi orang tua ketika memilih sekolah untuk anak-anaknya.

Pesantren Tahfidz Ukhuwah Muslimin yang dirintis Kiyai H. Hasan Basri ini sangat berbeda dengan pesantren lain pada umumnya. Sekolah berdinding seng, namun ia mampu mencetak santri penghafal Qur’an.

Pesantren yang terletak di Perumahan Hertasning Madani Jl. Bonto Tangnga, Paopao ini terbukti berhasil mendidik Santrinya mampu menghafal Al Qur’an dua  juz dalam sebulan. Selain menghafal Al quran santri pondok tahfidz Ukhuwah Muslimin juga menghafal hadits hadits pilihan.

Sistem penghafalan yang digunakan adalah sabab, sabqy dan Manzil, sabab adalah membaca atau menghafal hafalan baru, sabqy, mengulang hafalan yang sudah disetor dan manzil memuraja’ah hafalan yang lama.

Dengan keterbatasan sarana ini, Hasan Basri selaku  pendiri sekaligus ketua Yayasan Ukhuwah Muslimin, malah melatih kemandirian dan militansi santri.

“Terkadang anak anak itu lebih cocok dan mandiri kalau tempat menimba ilmu mereka sederhana. Selain itu, memang disini kami juga mengajari hidup sederhana dan militansi mereka dalam artian bisa hidup apa adanya dan mampu mengatasi masalah masalah mereka ketika diluar nantinya,”kata Hasan Basri.

Selain diajarkan menghafal, santri juga diajarkan membaca kitab kuning, bahasa arab, bahasa inggeris, pelatihan khutbah dan ceramah, dan Alhamdulillah sudah ada yang kami kirim setiap hari jumat untuk berkhutbah. Untuk kegiatan ekstra mereka, santri dilatih memanah dan bela diri.

Walaupun demikian sederahana, asupan makanan yang di konsumsi santri sangat diperhatikan. Keamanan lingkungan yang juga merupakan bagian yang tak kalah pentingnya, di pesantren ini dijaga ketat oleh dua orang security di malam hari.

“Kami berharap kedepannya, kami sudah mendesain sedemikian rupa, kompleks ini akan dijadikan lingkungan atau kampung bahasa Arab Inggris. Serta tempat ini kedepan akan dijadikan Islamic centre. Menjadi pusat kajian kajian keislaman” tutur Hasan.

 

Laporan : Sya’ban Sartono

Editor     : Andi Amriani

 

Leave a Reply